Aku Sayang Kamu, Tapi Aku Selingkuh. Lho?

0
56

.Selingkuh seperti penyakit. Pasti Anda juga sering mendengar lagu bertema cinta menceritakan perselingkuhan, ini berarti hampir setiap pasangan melakukan perselingkuhan. Tidak yakin dengan hal ini?

Let’s see, Anda diam-diam menyukai teman atau saudara pasangan Anda yang berwajah menarik dan berbadan bagus, belum tata bahasanya yang sopan dan lembut. Anda tidak berhenti memuja dan memujinya dalam hati. Hanya sekedar memuji, itu wajar, pikir Anda. Memang tidak ada sesuatu yang berlanjut secara nyata di amtara Anda berdua. Hanya berawal dan berakhir dengan jabat tangan perkenalan. Masalahnya, Anda tidak berhenti untuk selalu ingin melihatnya, meski itu curi-curi pandang. Sama halnya dengan Anda masih terbayang-bayang, diam-diam merindukan, dan teringat mantan, padahal Anda sudah menjalin hubungan dengan orang lain.

Tahukah Anda, bila melakukan hal di atas, Anda bisa dikatakan telah melakukan selingkuh hati. Begitu pula ketika Anda sedang melakukan hubungan intim dengan pasangan, di ‘tempat lain’ orang lain sedang sibuk bercumbu dengan Anda di benak Anda. Berfantasi dengan orang lain di dalam pikiran dan mempraktekkan secara nyata secara bersamaan dengan pasangan yang sedang berada satu ranjang dengan Anda saat itu. Dude, you are cheating!

Mengapa orang selingkuh? Bosan. Mungkin Anda atau pasangan sedang merasa jenuh terhadap satu sama lain. Selalu mencium orang yang sama, berbicara dengan orang yang sama di telepon, mendengarkan kisah hidup yang sama dari satu orang, dan sebagainya. Dia lagi… Dia lagi… Bila pada awal hubungan Anda berdua dapat dihangatkan dan digetarkan dengan kata-kata romantis, kini kata-kata tersebut menjadi basi. Semua menjadi ‘biasa’. Senyum pasangan yang tadinya terlihat sangat menawan, kini tampak memuakkan. Anda selingkuh untuk mencari selingan, refresh semua kejenuhan tersebut, dan mencoba mencari ‘api’ baru untuk menghidupkan kembali semangat dan gairah jiwa.

Selain jenuh, mungkin Anda juga merasakan ketidakcocokan. Merasa dikekang karena pasangan terlalu otoriter, mungkin? Anda pun mencari ‘mata air’ dingin yang menyegarkan di luar. Seseorang yang bisa lebih menghargai Anda, memberikan ruang dan kesempatan bagi Anda untuk ‘bersuara’.

Alasan yang terakhir mungkin akan menjadi hal yang paling menyakitkan untuk Anda yang diselingkuhi, yakni ‘iseng’. Komitmen yang sudah Anda bangun seserius itu tidak berarti apapun untuk pasangan. Hancur, hanya karena dia ingin ‘iseng’ dengan orang lain? Ouch! Sepertinya dia lebih menganggap hubungan Anda berdua sebagai suatu keisengan dan selingan, dibanding dirinya dengan sang selingkuhan. Benar atau benar?

“Aku memang selingkuh, tapi aku benar sayang kamu. Percayalah!” Bila pasangan mengatakan hal itu terhadap Anda, apakah Anda percaya? Gunakan hati Anda, apakah sayang akan menyakiti? Tentu tidak. Bila memang Anda atau pasangan sudah jenuh, merasa tidak cocok, atau ingin iseng, mengapa tidak memutuskan hubungan terlebih dahulu? Alasannya hanya satu, karena orang yang selingkuh ingin selalu punya ‘ban cadangan’ and you are the lucky one to be!

Anyway, apapun alasan orang selingkuh, intinya dia sudah tidak sayang atau cinta Anda.

(Berbagai sumber)

SHARE