Meluluhkan Ayah yang Kaku

0
95

.Seorang ayah cenderung tidak luwes dalam mendekati anak dan melakukan percakapan hati ke hati dengan anaknya. Mungkin ini juga yang Anda rasakan dengan ayah Anda. Kaku. Hubungan di antara Anda berdua pun terasa dingin dan hambar.

Ayah, seperti banyaknya lelaki di luar sana mungkin memliki rasa malu dan gengsi yang tinggi bila terlihat sentimentil ‘beramah-tamah’ dengan Anda sebagai anaknya. Meski diam seribu bahasa, sebenarnya ia pun mencintai Anda, sebesar cinta ibu kepada Anda. Hanya saja, seorang ayah tidak jago dalam mengungkapkan perasaannya.

Mungkin Anda kesal, berada jauh dari rumah dan terpisah kota, hanya ibu yang sering menghubungi Anda. Tak pernah ayah mengirimkan SMS atau bahkan menelepon. Sekalinya menghubungi Anda, beliau hanya bertanya “Sehat? Sedang di mana? Oke. Baik-baik di sana.” Telepon ditutup dan Anda pun terbengong-bengong. Even your best friend can do it much better!

Berhentilah mengeluh. Bila Anda menginginkan hubungan dan kedekatan hangat dengan ayah, mengapa tidak memulainya terlebih dahulu? Jangan tunggu bola! Telepon ayah Anda sekarang. Tanyakan kabarnya, katakan Anda sayang kepadanya. Bermanja-manja juga boleh, kok. Percaya, deh, bila Anda mengatakan, “Aku sayang Ayah,” dijamin beliau akan berbunga-bunga dan terseipu-sipu di sana.

Saat di rumah, daripada sama-sama berdiam diri di satu ruangan yang sama, lebih baik buka dan awali pembicaraan. “Ayah! Temani aku makan bakso di dekat gang, yuk?” Bila ayah Anda menolak dengan alasan capek dan meminta Anda mengajak ibu, maka Anda harus lebih tegas memberitahukan bahwa kebersamaan dengannya yang sebenarnya Anda inginkan, bukan bakso itu. Mungkin Anda bisa balik berkelit dengan berkata, “Oke. Kalau ibu mau ikut, berarti kita pergi bertiga. Kalau ayah tidak mau mengantar, lebih baik tidak usah saja. Aku, kan, juga ingin pergi dengan ayah!”

Terkadang, seorang ayah menutup diri dan menyingkir dari ‘kehangatan’ keluarga karena merasa perannya sudah sangat terpenuhi dan tergantikan oleh istrinya, yang tak lain adalah ibu Anda. Sementara, di lubuk hatinya, seorang ayah juga ingin merasa dibutuhkan. Give him what he wants, then. Sekali waktu minta ayah mengantarkan Anda berjalan-jalan. Lingkarkan tangan Anda di lengannya. Treat him as he’s a super dad!

Untuk Anda para lelaki, tentu akan aneh dan canggung bila Anda menggenggam tangan ayah Anda. Tidak apa. Masih ada cara lain tanpa terlihat gemulai untuk mendekati ayah. Luangkan waktu menonton sepakbola bersamanya atau ajak ayah pergi ke bengkel berdua. Selama menunggu kendaraan selesai diservis, pura-puralah meninta saran dan pendapatnya atas permasalahan Anda di kantor atau mungkin tentang hubungan Anda dengan kekasih atau istri Anda. Ayah Anda akan dengan bangga dan senang hati memberikan pandangan-pandangan yang selama ini dipendamnya karena merasa tak dibutuhkan.

Meski berlaku seolah-olah tidak membutuhkan kemewahan di hari ulang tahun, namun memberikan sebuah kue ataupun membuatkan masakan kesukaan ayah di hari ulang tahunnya akan menjadi kejutan membahagiakan dan meluluhkan hatinya.

Intinya, ‘sedingin’ dan sekaku apapun ayah Anda, ia tetap manusia biasa yang juga mendambakan kehangatan. So, start to make a move, will you?

(Berbagai sumber)

SHARE