Dulu Pasangan, Sekarang Rentenir

0
23

.Ketika semua sudah berakhir, akankah semuanya juga selesai begitu saja? Sayangnya tidak. Kala Anda menjalin hubungan dengan seseorang, pasti akan ada kecenderungan untuk berbagi segala sesuatu dengannya dan ini termasuk masalah uang.

Banyak pasangan di luar sana yang menganggap pasangan adalah partner ideal untuk melakukan usaha ‘koperasi simpan-pinjam’. Dengan hak istimewa sebagai seorang pacar, suami, atau istri, Anda bisa dengan mudahnya meminjam sejumlah uang kepadanya. Masalah pengembalian pun tidak menjadi isu yang besar dan penting. Pasangan pasti akan berkata, “Balikinnya nanti saja, kalau kamu sudah ada uang. Santai saja. Aku masih ada uang, kok. ” Hal ini membuat Anda selalu menomorduakan pengembalian ‘hutang’ padanya.

Begitu pula bila Anda pasangan yang sudah memiliki hubungan yang cukup lama, terlebih bila Anda berdua telah menikah. Berbagi keuangan adalah hal yang sangat wajar. Sebut saja memiliki beberapa kartu kredit untuk ‘diasuh’ bersama. Anda sepakat untuk membayar tagihan bersama-sama, karena Anda pun menggunakan keuntungannya berdua. Tidak masalah bila semua akun kartu kredit itu dibuka dengan nama Anda. Toh, pasangan tetap ‘setia’ berada di sisi Anda dan akan terus ikut bertanggung jawab menanggung beban biaya yang telah disepakati sebelumnya.

Masalah uang juga tidak bisa dipisahkan dengan pemberian hadiah. Berbagai jenis barang sudah pernah Anda berikan pada pasangan secara cuma-cuma, dari mulai kaos seharga Rp 100 ribu hingga ponsel Blackberry senilai Rp 4 juta. Meski harus menyicil, selama Anda bisa membahagiakan pasangan, Anda rela meluangkan beberapa ratus ribu per bulan untuk melunasi ‘kado’ untuknya tersebut.

Indahnya semua hal di atas, bila Anda masih bersama. Lain halnya bila keadaan di antara berdua tidak berjalan lancar dan sesuai rencana awal. Berpisah. Apapun permasalahan di antara Anda berdua yang menyebabkan sakit hati dan perpisahan, satu hal yang perlu diingat, tidak baik untuk menjilat ludah sendiri. Bila pada awalnya Anda meminjamkan uang kepada pasangan – yang kini sudah menjadi mantan – dengan jangka waktu pengembalian tidak terbatas, maka lebih baik tetap pada komitmen di atas. Tidak perlu berlagak seperti rentenir, mengungkit dengan kalimat, “Kembalikan semua uang yang pernah aku berikan ke kamu, sekarang!”

Akan lebih parah lagi, bila Anda mengungkit dengan menjabarkan satu per satu apa saja yang pernah Anda berikan padanya atau bahkan biaya makan yang Anda tanggung tiap kali berkencan. Jika memang dulu Anda memberikan hal itu secara cuma-cuma, maka tidak perlu diungkit. Tidak etis. Bila memang Anda membutuhkan uang yang pernah Anda pinjamkan padanya, maka katakan padanya dengan baik-baik, “Aku butuh uangku kembali sebelum tanggal 10 nanti. Kalau kamu mau cicil juga tidak apa, yang penting sebelum tanggal itu uangnya sudah kembali semua, ya?”

Begitu pula dengan masalah kartu kredit dan hutang-hutang lain yang diklaim menjadi tanggung jawab bersama. Memang benar Anda berdua telah berpisah, tapi masalah uang tetap harus ditangani secara serius. Hutang-hutang tersebut akan dan harus tetap menjadi tanggung jawab Anda dengannnya hingga lunas! Siapapun nama yang tertera pada kartu kredit atau kertas perjanjian itu, dengan kesadaran dan penuh tanggung jawab, Anda harus ikut melunasinya, sesuai komitmen awal. Berhubungan dengan uang, bukan berarti Anda masih perlu membahas masalah hubungan. No. Relationship is so over. Money is what you’re both all about now. Setelah semua hutang lunas, Anda tidak perlu lagi melakukan kontak sama sekali dengannya. Simple!

Bagaimana dengan hadiah? Well, kado diberikan secara cuma-cuma. Anda memberikannya bukan untuk suatu imbalan. Apakah pantas untuk memintanya kembali ketika Anda telah memutuskan untuk mengambil jalan masing-masing? Resiko sakit hati karena masih harus menyicil -setelah berpisah –  untuk melunasi barang yang telah Anda berikan pada mantan juga seharusnya sudah Anda pikirkan jauh-jauh hari.

Seperti telah dikatakan di atas, putus hubungan memang bukan berarti semuanya sudah selesai. Uang adalah hal yang sensitif dan sangat personal. Bila Anda masih ada hubungan ‘personal’ dengan mantan, lebih baik tidak berdekatan dulu dengan orang baru. Hal itu hanya akan menyakitkan orang tersebut.

(Berbagai sumber)

SHARE