Kendalikan Sikap Kasar dan Amarah Anak!

0
34

.Mengapa anak laki-laki cenderung kasar dan mudah marah? Hal ini disebabkan oleh dogma masyarakat yang ‘mengharamkan’ seorang lelaki untuk menangis, karena akan dianggap cengeng dan memalukan telah menunjukkan sisi femininnya.

Permasalahannya adalah, seorang anak belum tahu bagaimana cara menyalurkan dan mengekspresikan berbagai macam emosi di dalam hatinya. Saat merasa sedih, iri, kecewa, atau senang seorang anak perempuan akan lebih mudah ‘mengatakannya’ secara lebih lembut dengan menangis. Tidak demikian halnya dengan anak laki-laki.

Anak laki-laki akan memukul, menendang, merusak barang, dan berteriak kala emosinya sedang berkecamuk. Untuk mengatasi ini, ada baiknya menghilangkan prinsip ‘anak laki-laki tidak boleh menangis’. Menangis itu manusiawi dan hak setiap makhluk hidup, kok. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan gender. Biarkan ia menangis.

Si kecil harus diajarkan caranya mengendalikan emosi yang meluap-luap tersebut melalui cara yang jauh lebih baik dan sopan. Lakukan pendekatan hati dengannya. Ajak ia berbicara. Tanya, apa sebenarnya keinginannya, mengapa ia marah?

Bila setelah pembicaraan, emosinya tak kunjung reda, ajak ia pergi ke suatu tempat untuk menyegarkan kembali pikirannya dan menenangkan serta memberikan kebahagiaan lagi dalam hatinya. Temani si kecil melakukan hal-hal yang ia sukai. Bila ia hobi menggambar, berikan selembar kertas dan crayon padanya. Lebih baik menuangkan amarah terhadap temannya di atas sebuah kertas gambar, dibanding dengan memukuli temannya tersebut, bukan?

Pengendalian emosi dan sikap kasar anak perlu dilatih sejak dini agar tidak semakin merajalela dan berdampak negatif kelak di usia dewasanya.

(Berbagai sumber)

SHARE