Lain Ladang Lain Belalang, Lain Lubuk Lain Ikannya

0
36

.Setiap rumah memiliki aturan masing-masing yang harus dituruti. Inilah yang harus dimengerti anak Anda. Sebagai orangtua masa kini, Anda dan pasangan akan sama-sama sibuk mencari uang. Anda berdua sering menitipkan buah hati di rumah kakek-nenek atau rumah kerabat lainnya.

Permasalahan akan muncul jika si kecil tidak tahu bagaimana harus bersikap. Mungkin bila dia masih berusia sangat kecil, kerabat Anda akan lebih mudah memakluminya. Namun ketika anak telah menginjak usia remaja dan dinilai tidak tau etika di rumah saudara, maka hubungan Anda dengan kerabat itu pun akan menjadi tidak menyenangkan.

Untuk menghindari hal ini, Anda harus menumbuhkan kepekaan si kecil sejak dini. Merasa sungkan itu perlu. Seorang anak kerap tidak merasa berbuat salah. Ia hanya berusaha menjadi dirinya sendiri, sayang waktu dan tempatnya tidak tepat.

Contoh, di rumah Anda membiarkan dan memberikan hak istimewa bagi anak untuk bangun siang di akhir pekan. Begitu tiba saatnya makan, Anda tidak mengharuskannya mandi terlebih dahulu sebelum makan. Selama buah hati tetap mandi dua kali sehari, itu sudah cukup. Bangun pagi di akhir pekan pun dirasa tidak perlu. Setiap orang butuh waktu untuk bermalas-malasan, begitu pula anak-anak. Itulah pola pemikiran Anda.

Tidak begitu halnya jika Anda menitipkan anak di rumah orang lain. Anda harus mengajarkan si kecil, cara hidup yang ‘normal’ sesuai budaya masayarakat pada umumnya. Meski kerabat atau orang yang memiliki rumah tidak keberatan anak bangun siang di akhir pekan – misal – tidak ada salahnya tetap bangun pagi, sekedar untuk menghormati tuan rumah dan berterimakasih telah diperbolehkan menginap.

Ingatkan anak untuk segera mandi setelah bangun tidur dan sebelum makan. Lebih mengekang diri sendiri daripada secara tidak sadar telah melanggar aturan. Meski menyediakan asisten rumah tangga di rumah, Anda tetap harus mengajarkan pada si kecil agar ikut menyumbangkan tenaga untuk bersih-bersih rumah. Menyapu, mengepel, atau sekedar mengelap barang-barang di rumah, itu sudah cukup.

Tekankan pada buah hati, bahwa ikut membantu beres-beres rumah di rumah orang lain itu harus dilakukan. Bila anak masih terlalu kecil, ajarkan saja dirinya agar setidaknya dapat membereskan tempat tidurnya sendiri.

Berpura-pura memang tidak enak dan melelahkan, namun anak harus mengerti cara bersosialisasi menghargai peraturan dengan bersikap ‘beradab’ di tempat orang lain.

(Berbagai sumber)

SHARE