Matre Tidak Dilarang

0
35

.Salahkah bila kita menjadi orang yang materialistik atau money oriented? Sebelum menjawab hal tersebut, mari telaah terlebih dahulu arti kata itu.

Orang yang money oriented bila diterjemahkan berarti orang yang berorientasi pada uang. Tujuan dan obesesi hidupnya diukur dengan uang, layaknya seorang materialistik. Tidak ada salahnya, kok, menjadi materialistik. Orang hidup membutuhkan uang. Benar?

Mungkin Anda sering kesal dan terhina karena kekasih meninggalkan Anda demi seseorang yang keadaan ekonominya jauh lebih baik. Jangan terburu-buru untuk menuduhnya dengan mengatakan, bahwa dirinya hanya mencintai uang. No. Mungkin sang kekasih hanya ingin bersikap realistik. Bukan dirinya yang harus Anda benci, melain diri Anda sendiri. Mengapa Anda tidak bisa menjadi orang yang lebih baik dalam hal finansial demi pasangan dan masa depan berdua? Blame your self for that.

Jangan pernah mengharapkan seseorang akan mau menjalin hubungan dengan Anda bila Anda tidak memiliki pekerjaan, alias pengangguran. Bila Anda tidak bisa memberi makan diri sendiri, bagaimana Anda akan menjalankan kehidupan rumah tangga nantinya? Bagaimana dengan susu anak, biaya kesehatan, dan sekolah anak nantinya? Hal itu pasti telah dipikirkan pasangan ketika hendak meninggalkan Anda.

Bisa jadi Anda telah memiliki pekerjaan, namun dia tetap tega mematahkan hati Anda dengan akhirnya memilih orang lain yang memiliki posisi yang jauh lebih mapan dan senior di sebuah perusahaan besar. Murahan? Belum tentu.

Materialistik baru akan menjadi suatu kesalahan besar, bila sama sekali tidak terdapat ‘cinta’ di sana. Hubungan yang terjadi hanya atas dasar uang tidak bisa dikatakan hubungan percintaan, karena tidak melibatkan hati. ‘Hubungan’ ini baru bisa dikatakan sebagai hubungan bisnis, jual-beli di antara dua orang. Lelaki ataupun perempuan sama saja. Bila dia menjalin hubungan dengan orang lain hanya untuk mendapatkan uang, maka apa bedanya dengan seorang pekerja seks komersial?

Berbeda halnya jika hubungan terjalin atas dasar cinta. Materialisme menjadi salah satu unsur pertimbangan dalam perkembangan dan perjalanan hubungan. Pacaran dan pernikahan, khususnya, harus didukung oleh ikatan emosional dan landasan finansial yang kuat agar dapat memberikan yang terbaik untuk keluarga dalam berbagai aspek.

Cewek matre ke laut aje? Enggak juga, ah.

(Berbagai sumber)

SHARE