Bakat-bakat Terpendam di Amsterdam International Fashion Week 2011

0
34

.Amsterdam International Fashion Week 2011 menyerang bulan Januari lalu. Pergelaran yang menampilkan koleksi pakaian Spring/Summer dan Fall/Winter ini membuktikan bahwa di Belanda juga banyak desainer-desainer berbakat, hanya saja kemajuannya tidak sepesat pergerakan mode di negara Eropa lain seperti Italia, Perancis dan Inggris.

Desainer lulusan Amsterdam Fashion Institute bernama Roya Hesam menunjukkan koleksinya yang terinspirasi dari laut, udara dan pulau-pulau Polinesia. Warna-warna samudera seperti biru, hijau, dan beige muncul dalam gaun-gaun dengan cutting dan detail yang luar biasa seperti layer dan embroidery. Ditambah tattoo makeup yang mengambil ide dari suku Polinesia, pertunjukan Hesam ini adalah tentang kelembutan dalam sebuah kreativitas tinggi.

Sementara itu SIS by Spijkers en Spijkers menampilkan model-model yang berbalut legging, shift dress, flare pants, blazer dan sweater dengan beanie hat serta scarf yang hadir dalam nuansa formal maupun casual dalam warna-warna yang kontras, mulai dari earthy tones seperti hitam dan coklat hingga merah dan biru yang mengejutkan.

Label Bravoure ciptaan duo desainer Patricia Hofstede dan Kim Jansen menunjukkan debut koleksinya yang seputar tribal dan didominasi warna hitam. Flowing dress, capes, jumpsuit dan bodysuit tampil modern dan extraordinary, namun juga artistik karena dilengkapi aksesoris berupa feather haedband raksasa yang unik.

Untuk mens collection, Samira Algoe yang juga merupakan almamater Amsterdam Fashion Institute, menunjukkan koleksi labelnya yang dinamakan Zem. Cutting yang menyenangkan dengan gaya yang dingin tetapi tetap stylish. Kemeja, blazer, denim, knit shawl, jaket bahkan cape muncul dalam warna-warna pastel seperti putih, abu-abu, biru muda, pink dan beige.

Jika berbicara mengenai sesuatu yang edgy dan bold di Amsterdam, nama Roparosa bisa menjadi sasaran yang tepat. Cutting milimalis menjadi spesial karena detail yang tajam dan aksesoris yang berani. Coklat, biru terang, camel, plum dan red wine bersatu-padu menjadi keragaman yang sederhana namun menarik dalam bentuk rok mini, padded stud  blazer, cable-knit sweater, cropped jacket, slouchy pants dan coat yang tampil polos namun tetap berbeda dengan yang sudah pernah ada di pasaran selama ini.

(Berbagai sumber)

SHARE