Komdis LPI Tetapkan Sanksi Kasus Simon

0
25

.Kamis kemarin, Komisi Disiplin (Komdis)  LPI menetapkan sanksi berupa larangan bermain di kompetisi sepakbola LPI selama satu musim kompetisi dan denda Rp. 25 juta, kepada Simon Kujiro.

Simon Kujiro yang melakukan pemukulan terhadap wasit pemimpin pertandingan antara Bogor Raya FC vs Semarang United, 23 Januari lalu, dinyatakan bersalah melanggar pasal 101 angka 5 kode disiplin LPI tanggal 3 Januari 2011 yang berisi:”Terhadap pemain yang melakukan penganiayaan terhadap perangkat pertandingan dikenakan sanksi larangan melakukan kegiatan yang terkait dengan sepakbola di lingkungan LPI sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan dan denda sekurang-kurangnya Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).”

Sanksi tersebut diberikan setelah mempertimbangkan dan memperhatikan beberapa hal yaitu: laporan Match Commissioner,
laporan wasit Rusdiansyah yang memimpin pertandingan, rekaman
pertandingan, dan keterangan Simon Kujiro yang disampaikan dalam sidang
Komisi Disiplin LPI pada 2 Februari 2011.

Ketua Komisi Disiplin LPI, Muhammad Sholeh, SH, dalam konferensi pers yang digelar di kantor LPI hari Rabu siang, kemarin, menyatakan,”Simon Kujiro telah melakukan tindakan  sangat tidak terpuji dan merusak semangat  fair play  serta mencederai sportivitas yang selama  ini dikampanyekan  LPI. Yaitu telah melakukan pemukulan terhadap wasit yang memimpin pertandingan. Kami memberikan hukuman minimal dengan tujuan untuk mendidik, dan tidak untuk mematikan karier si pemain,?. Ia siang itu didampingi Henky Bambang Widodo (wakil ketua),dan Edi Prayitno (anggota).

Simon Kujiro dan Semarang United punya hak untuk melakukan banding bila keberatan dengan keputusan Komisi Disiplin, paling lambat dua minggu setelah keputusan ditetapkan. Bila tidak, keputusan Komisi Disiplin akan berkekuatan hukum tetap, karena LPI tidak mengenal Peninjauan Kembali (PK).

(Berbagai sumber)

SHARE