Kulit Kering Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

0
29

.Musim dingin sering dianggap sebagai musim yang paling tidak ramah terhadap kulit. Udara yang terlalu lembab acapkali membuat kulit kering, bahkan menjadi pecah-pecah, terutama di bagian tangan dan kaki. Saat cuaca dingin, banyak dokter menyarankan para wanita untuk memakai produk kosmetik bayi, termasuk lotion yang melembabkan kulit. Namun, jika kulit tetap kering, atau semakin memburuk, Anda harus waspada. Karena kondisi ini bisa menjadi tanda adanya penyakit.

Jika hal itu terjadi pada Anda, Dr Debra Jaliman, seorang juru bicara American Academy of Dermatology, menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kulit. Apa saja jenis penyakit yang ditandai dengan kulit kering? Berikut adalah penjelasannya, yang dilansir dari medicmagic.net.

Eksim

Kulit kering yang Anda alami mungkin bisa berubah menjadi eksim, terutama di tangan. Jika terlihat retak, terkelupas, nyeri atau perdarahan, Anda harus waspada. Eksim adalah kondisi kulit kronis inflamasi yang dapat terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya, fluktuasi suhu, bulu hewan atau produk sabun yang keras. Pada awalnya, kulit mungkin hanya tampak kering dan mungkin sangat gatal. “Jika Anda menggunakan krim tangan untuk melembabkan, tetapi tidak ada efek yang membantu, maka sudah saatnya Anda memeriksa masalah ini ke dokter kulit,” kata Jaliman.

Dokter akan mendiagnosa dan memberikan resep pelembab khusus untuk eksim dan steroid topikal. Dokter juga bisa dapat memberikan resep antibiotik topikal atau oral, karena bisa mencegah kulit kering menjadi infeksi yang serius. Jaliman juga merekomendasikan bahwa pasien yang menderita eksim, sebaiknya memakai sarung tangan katun selama cuaca dingin, dan menjauhi alergen seperti bulu binatang.


Psoriasis

Cirinya, kulit mengalami penebalan dan bersisik. Psoriasis merupakan kelainan kulit genetik, biasanya ditandai dengan kulit kering, seperti sisik salmon. Namun, terkadang bermanifestasi sebagai pustula pada tangan atau bintik-bintik merah muda kecil. Hal itu dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, gatal, nyeri, dan penderita rentan terhadap infeksi kulit lainnya. “Anda dapat memiliki masalah ini di beberapa bagian tubuh seperti lutut dan siku, atau hanya di tangan atau kuku,” kata Jaliman.

Untuk mengatasinya, bisa dengan cara mengoleskan krim vitamin D, steroid dan sesi fototerapi pada pasien. Selain itu, sebaiknya Anda berdiet dan banyak makan lemak ikan. Obat oral dapat digunakan bila pengobatan lain tidak bekerja.

Diabetes

Penderita diabetes sering mengalami masalah kaki kering akibat sirkulasi yang buruk. Sebaiknya Anda waspada karena dapat memungkinkan kuman masuk, sehingga menyebabkan infeksi serius. Jaliman merekomendasikan bahwa pasien dengan kaki yang sangat kering segera melakukan tes gula darah dalam kondisi puasa. Jika memang diagnosis menyatakan Anda memiliki diabetes, Anda harus memeriksa kaki secara mingguan, mandi dengan sabun ringan dan melembabkan kulit secara teratur.

Hypothyroidism

Jika kulit Anda kering, pecah-pecah dan kasar, serta bermasalah dengan berat badan, hal ini bisa menjadi tanda Hypothyroidism. Hypothyroidism adalah kekurangan hormon tiroid, yang mengontrol metabolisme. Jaliman sendiri pernah mengalami hipotiroidisme. Pada awalnya kulit berminyak dan kering secara alami.

“Metabolisme Anda terasa lambat, dan kulit terasa sangat kering,”katanya. “Tidak peduli apa yang Anda lakukan, kulit akan mengelupas dan tumit retak”. Jaliman merekomendasikan bahwa wanita bisa mengalami gejala kulit kering, kelelahan, rambut rapuh, penurunan berat badan, dan peka terhadap dingin.

(berbagai sumber)

SHARE