Warna Selingan Mendominasi

0
41

.Desain sebuah rumah tidak hanya dapat diawali dari pemilihan sebuah warna saja. Sebaliknya warna dapat menjadi ‘pendukung’ setelah desain atau gaya perabotan diletakkan ke dalam ruangan. Untuk bermain warna, Anda bisa mencontoh kreativitas dari ruangan ini.

Pada gambar, ruangan tersebut menggunakan cat warna coklat-kelabu tua gelap dan hijau limun untuk menciptakan ruangan kontemporer yang hangat dan nyaman. Kain berrwarna coklat tua dan velvet digunakan untuk sofa berbahan wool, sedang karpet terbuat dari sutra. Kelabu tua menjadi warna dasar ruangan ini. Untuk menambahkan kekayaan dan kesan hangat, dinding dicat dengan warna-warna yang lebih kental dan gelap. Dramatis, namun tidak terlalu gelap dan tidak membuat ruangan menjadi mencekam. Keputusan untuk membuat ruangan tetap dan selalu terbuka serta cerah menjadi salah satu unsur pembuat kesan segar.

Selain warna coklat gelap, sang desainer, Robin Baron pun memilih kayu sebagai unsur pelengkap dalam ruangan. Pola kain linen dipilih untuk disndingkan pada jendela. Warna kelabu pun sedikit lebih cerah dan muda dibanding warna dinding. Panel pada jendela dibuat semaksimal mungkin agar memungkinkan banyak cahaya masuk ke dalam.

Warna dan pola panel menciptkan latar belakang yang tenang di dalam ruangan tersebut. Seluruh perabotan dan aksesoris yang diletakkan di sana dapat terlihat menyatu satu sama lain.

Menyukai sebuah warna tertentu bukan berarti harus menjadikannya warna dominan atau bahkan tunggal dalam suatu ruangan. Gunakan warna kesukaan itu sebagai warna selingan, sekedar penghias. Kesannya akan lebih dramatis dan akan memberikan aksen dan perasaan kuat tersendiri terhadap tempat tersebut. Tanpa harus menjadi dominan, warna yang disapukan ‘hanya’ sebagai selingan tersebut justru akan diingat sebagai warna dominan, bila digunakan pada titik-titik yang tepat.

Ruangan dalam gambar menggunakan warna hijau limun sebagai aksennya. Coba lihat, di sana terdapat sebuah vas besar berwarna hijau limun, hijau dedaunan, dan cording (pinggiran) yang juga berwarna hijau pada sofa. Untuk penutup, langit-langit dicat dengan sedikit nuansa hijau limun.  

Coba lihat, tanpa harus menjadi dominan, sebuah warna selingan justru menjadi penentu aksen sebuah ruangan! Hebat!

(Berbagai sumber)

SHARE