10 Profesi yang Membahayakan Paru-paru

0
81

.Tahukah Anda bahwa ada 10 profesi yang bisa membahayakan paru-paru. Jika Anda bergelut di salah satunya, berhati-hatilah. Bahan-bahan berbahaya di 10 tempat kerja ini, jika terhirup dalam waktu lama secara teratur, atau dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan penyakit paru-paru. Besar kecilnya dampak yang timbul tergantung pada jumlah dan lamanya paparan. Berikut adalah 10 profesi yang dapat menimbulkan resiko bagi kesehatan paru-paru:

1. Konstruksi

Para pekerja yang menghirup debu di lokasi konstruksi atau renovasi bangunan beresiko terkena kanker paru-paru, mesothelioma dan asbestosis, yakni penyakit yang menyebabkan kekakuan di paru-paru. Untuk itu, pakaian pelindung termasuk respirator (masker khusus) diperlukan saat bekerja di sekitar gedung dan menghindari merokok. Penyakit tersebut biasanya baru berkembang 20-40 tahun setelah terpapar serat asbes dan serat itu menumpuk di paru-paru. Para insinyur, berhati-hatilah.

2. Produksi

Bila anda bekerja di pabrik yang setiap hari terkena debu, bahan kimia dan gas, dapat meningkatkan resiko COPD (Penyakit Paru Obstruktif Kronis). Bahan kimia tertentu yang sering dipakai oleh pabrik makanan dapat merusak obliterans bronkiolitis. Penyakit ini memiliki gejala utama nafas pendek-pendek dan sesak. Untuk mengurangi terkena resiko, gunakan masker saat bekerja. Terlebih untuk anda yang berprofesi peneliti dan tiap hari bergelut dengan bahan kimia.

3. Petugas kesehatan

Sebuah Penelitian menunjukkan 8-12 persen petugas kesehatan sensitif pada bubuk residu yang ditemukan pada sarung tangan lateks mereka, yang bisa memicu reaksi alergi dan asma. Dokter, suster dan terapis masuk dalam kategori ini.

4. Pengusaha tekstil

Mereka yang bergerak bidang tekstil, pengolahan produksi kapas dan serat lain, beresiko tinggi menderita bisinosis. Gejala utama penyakit ini adalah rasa sesak di dada dan gejala mirip asma. Bisinosis diakibatkan karena menghirup serbuk dari tumpukan bahan mentah yang berasal dari tumbuhan seperti serbuk bahan linen, benang atau tali rami. Untuk mengurangi resiko tersebut, gunakan masker, perbaiki ventilasi dan hindari asap rokok. Perancang busana dan mereka yang bergerak di fashion rentan terhadap masalah ini pula.

5. Bartender

Mengawasi bar dan peredaran minuman di dalam ruangan yang penuh oleh asap rokok menyebabkan bartender beresiko tinggi terkena kanker paru, terutama jika ia sudah bertahun-tahun menjadi perokok pasif.

6. Pembuat roti

Penelitian di Amerika menunjukkan para pembuat roti merupakan kelompok yang beresiko tinggi menderita asma. Selain tepung, debu padi-padian, polen, dan zat pewarna sintetik juga bisa mendatangkan asma. “Pembuat roti yang terpapar partikel terigu sangat beresiko menderita asma,” kata Dr.Harber Philip, MD, professor and chief of the UCLA Occupational and Environmental Medicine Division.

7. Industri otomotif

Resiko kerusakan paru-paru juga dapat dialami para pekerja di bidang otomotif, terutama perbaikan badan mobil (auto-body repair). Menghirup partikel industri serta bahan-bahan cat dalam periode lama juga bisa membuat partikel menetap permanen dalam paru-paru. Mungkinkah pembalap juga beresiko terhadap penyakit ini?

8. Transportasi

Lama di jalanan beresiko tinggi menderita penyakit pernapasan. Studi tahun 2004 di Amerika menunjukkan tingginya angka kematian orang yangterus berada di jalanan. Polusi udara yang ditimbulkan mobil atau asap pabrik memicu peningkatan kadar ozon dan sulfur dioksida dalam udara. Terpapar polutan ini bisa menimbulkan sesak napas dan mengi pada penderita asma.

9. Pekerja tambang

Para penambang beresiko tinggi terjangkit sejumlah penyakit paru-paru seperti PPOK (akibat paparan debu) dan silikosis (penyakit parut pada paru-paru akibat silika Airborne). Sementara itu, penambang batu bara beresiko terkena pneumokoniosis (penyakit paru-paru hitam). Penyakit ini merupakan investasi jangka panjang, maka penggunaan masker yang dapat menyaring debu halus dapat membantu. Tapi mungkin bila emas yang anda tambang, sakit itu bisa sedikit teralihkan.

10. Pemadam kebakaran

Petugas pemadam kebakaran sering menghirup asap dan berbagai bahan kimia yang mungkin ada di dalam gedung yang terbakar. Paparan bahan-bahan beracun dan asbes merupakan resiko yang sering terjadi setelah api padam. Untuk itu alat pelindung pernafasan harus selalu digunakan pada semua tahap pemadam kebakaran. Hati-hati Mr.Fireman!

(berbagai sumber)

SHARE