Ini Dia Negara dengan Penderita Kanker Terbanyak

0
34

.Kanker adalah salah satu penyakit yang paling mematikan. Penyakit ini dapat menyerang ras manapun dan usia berapa pun. Badan Kesehatan Dunia mengumumkan satu negara tercatat memiliki jumlah penderita kanker terbanyak. Ternyata, bukan negara China, India atau AS yang menduduki peringkat terbanyak penderita kanker, melainkan Denmark.
 
Selain berarti tidak sehat, di sisi lain peringkat ini menujukkan bahwa Denmark memiliki keunggulan di bidang teknologi untuk mendeteksi kanker. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO) melalui World Cancer Research Fund (WCRF), menempatkan Denmark sebagai negara dengan penderita kanker terbanyak. Sedikitnya 326 dari 100.000 penduduk di negara tersebut menderita kanker.

Dikutip dari Telegraph, tingginya jumlah penderita kanker di Denmark diyakini berkaitan dengan faktor gaya hidup mereka yang tidak sehat. Di antaranya suka merokok, minum alkohol dan kurang olahraga. Di negara yang termasuk wilayah Skandinavia ini, jumlah wanita yang memiliki kebiasaan merokok, termasuk paling tinggi dibanding negara lain. Selain itu, kebiasaan minum alkohol yang sangat membudaya di negara ini juga disebut sangat berpengaruh.

Di sisi lain, tingginya jumlah penderita kanker juga dapat dilihat sebagai kemajuan dalam teknologi kedokteran, karena menunjukkan jumlah kanker yang dapat dideteksi. Di beberapa negara berkembang, pasien kanker tampak sedikit, karena banyak dari mereka tidak terdeteksi. Penelitian ini juga mengaitkan rata-rata penghasilan perkapita penduduk suatu negara dengan jumlah penderita kanker.

Selain Denmark, negara lain yang masuk ke dalam 20 besar adalah negara-negara maju yang penduduknya rata-rata berpenghasilan tinggi termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru. “Jumlah penderita kanker cukup banyak di Inggris dan negara-negara maju lain kawasan Eropa. Meski begitu, sepertiga dari jumlah tersebut bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup, yakni banyak olahraga dan menerapkan pola makan sehat,” ungkap Martin Wiseman, salah saru peneliti dari WCRF.

(berbagai sumber)

SHARE