Priscilla, Gadis Kecil yang Tak Bisa Terkena Dingin

0
26

.Seorang gadis berusia 9 tahun tidak bisa bermain salju atau menikmati es krim di musim panas seperti teman-temannya. Hal itu dikarenakan semua benda dingin yang bersentuhan dengannya bisa menjadi pembunuh. Priscilla Pomerantz menderita penyakit langka yang dikenal sebagai Cold Urticaria, yang berarti ia akan menjadi sakit, gatal-gatal bahkan berhenti bernapas ketika merasa dingin.

Gadis asal Kota New York ini, harus selalu ‘terbungkus’ dalam ruangan hangat selama musim dingin dan tidak bisa pergi berenang atau menikmati minuman dingin di musim panas. Priscilla juga tidak diperbolehkan untuk naik bus sekolah, serta terpaksa duduk di samping pemanas ruangan di sekolah saat ia tidak bisa menahan suhu yang lebih rendah dari 20 derajat celcius.

Dia bahkan tidak bisa bergabung dalam kelas olahraga, karena dapat membuatnya berkeringat. Jika berkeringat berarti tubuhnya akan berusaha mendinginkan diri, sehingga dapat menimbulkan reaksi alergi. Orangtua Priscilla’s, Colleen dan Craig secara teratur memonitor suhu rumah mereka di New York. Karena putri mereka didiagnosa dengan kondisi langka ketika ia berusia 7 tahun.

Priscilla harus minum antihistamin dua kali sehari dan membawa EPI pen (epinephrine autoinjector atau alat medis untuk mengatasi reaksi alergi akut) sepanjang waktu, karena ada risiko alergi yang dapat menyebabkannya mengalami shock anafilaksis (reaksi alergi yang disertai hipotensi dengan atau tanpa penurunan kesadaran).

“Jika ia keluar saat udara dingin, makan atau minum minuman dingin, mandi dengan suhu air yang rendah, maka ia akan mengalami gatal-gatal dari kepala sampai kaki, lalu muntah dan mengalami kesulitan bernapas,” ucap ibu Priscilla, seperti dilansir Dailymail. Menurut Craig Pomerantz, ibunda Priscilla, reaksi alergi ini bisa berlangsung dalam beberapa jam atau hingga tiga hari. Dan hal ini bukan hanya reaksi alergi, tetapi Priscilla bisa menjadi sakit dan lesu.

Kondisi Priscilla akan bertambah parah jika ia tidak mau minum obat. Hal tersebut menjadi ketakutan bagi Craig. Craig juga menjelaskan bahwa putrinya bisa mengalami reaksi alergi bila berada pada suhu 22 derajat celsius. Hal itu tergantung kondisi lingkungan, bila terkena angin atau ada kelembaban di udara, maka Priscilla bisa mengalami reaksi alergi diatas suhu tersebut.

Priscilla biasa mandi dengan suhu sekitar 30-32 derajat celsius. Menurut Craig, putri kecilnya tersebut bahkan harus sering bolos sekolah di musim dingin karena terlalu dingin baginya untuk meninggalkan rumah.  Hal yang sama bahkan bisa terjadi di musim panas, karena bila masuk ke dalam sebuah toko dengan AC atau pendingin ruangan, maka Priscilla akan mengalami reaksi yang sama. Meskipun menderita penyakit yang mematikan, Priscilla tergolong gadis kecil yang bahagia dan melakukan semua konsekuensi ini dengan tenang.

“Ada kalanya dia marah, terutama ketika dia tidak bisa pergi keluar dan bermain dengan teman-temannya atau pergi berenang di kolam renang pada saat musim panas. Tapi dia tahu apa yang akan terjadi jika ia tak patuh dan akhirnya ia menerima itu. Dia seorang gadis kecil yang ceria dan mencoba untuk melihat sisi terang dari kondisinya,” imbuh Colleen.

 Colleen berharap ada penelitian lebih lanjut atau ditemukan cara untuk menyembuhkan putrinya. “Tapi dokter tampaknya hanya tahu sedikit tentang keadaan tersebut, sehingga yang kami lakukan saat ini adalah mencoba untuk menjaga gadis kecil kami tetap hangat,” kata Colleen.

(berbagai sumber)

SHARE