Bangunan Gereja Dalam Wisata

0
54

.Selain koleksi benda seni dan purbakala yang menghiasi ruang museum yang selalu saja terlihat sepi, kehadiran berbagai bangunan tua yang tersebar di hampir seluruh pelosok Indonesia juga dapat kita jadikan sebagai acuan dalam melihat dan mengingat perkembangan hidup dan budaya kita. Tak terkecuali kehadiran gedung peribadatan seperti gereja-gereja tua yang sudah memiliki umur ratusan tahun dan menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan bangsa kita.

Gereja Katedral Jakarta, Gereja Hati Kudus Ganjuran di Yogyakarta, Gereja Puhsarang di Kediri, dan Gereja Blenduk di Semarang adalah beberapa dari banyak lainnya, yang tak hanya sekedar menawarkan pesona arsitektur dan bangunan, namun juga wibawa dan keanggunan.

Gereja Katedral Jakarta memiliki nama resmi De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming, atau Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga. Bangunan tempat peribadatan ini dirancang oleh Pastor Antonius Dijkmans dengan gaya arsitektur Neo-Gothic seperti yang lazim digunakan dalam pembangun gedung gereja di abad 19. Bangunan dengan denah berbentuk salib dengan panjang 60 meter dan lebar 20 meter ini kini telah berdiri menemani Jakarta selama lebih dari 110 tahun. Ada banyak hal menarik yang dapat Anda nikmati, seperti alat ibadat berbentuk monstrans bercorak Baroq yang dibuat di kota Roermond sekitar tahun 1700’an, tongkat gembala indah bertuliskan Huldeblijk van Sittard 1875, tongkat milik Paus Paulus VI yang dihadiahkan tpada Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, piala yang digunakan oleh Paus Yohanes Paulus II saat berkunjung ke Jakarta, beberapa teks doa berbingkai, sebuah patung Bunda Maria berkonde, diapit oleh sepasang pria wanita Jawa buatan Pater Reksaatmadja, koleksi foto Batavia tempo dulu, lukisan dari gedebok pisang karya Kusni Kasdut, set kursi dan meja marmer dari Belanda, jam antik dari abad 17 dengan hiasan hiasan  kincir angin, perahu, serta orang memancing dan mendayung yang bisa bergerak bila jam tersebut hidup. Anda dapat berkunjung dan melihat hal-hal menarik yang tersimpan di Gereja Katedral Jakarta pada hari Senin, Rabu dan Jumat, mulai jam 10 pagi.

Julius Schumutzer -yang merupakan seorang pemilik pabrik gula setempat- berinisiatif mendirikan sebuah gereja di daerah Ganjuran, sekitar 20 kilometer di sebelah selatan kota Yogyakarta. Gereja yang mulai dibangun pada hari Rabu tanggal 16 April 1924 ini merupakan bangunan gereja Katholik pertama yang didirikan di daerah Bantul, Yogyakarta. Nuansa khas Jawa yang berupa iringan gamelan dalam liturgi serta desain interior geraja ini merupakan ciri khas gereja bernama Gereja Hati Kudus Ganjuran ini. Selain membangun sebuah gereja, tiga tahun kemudian keluarga Ir. Julius Schumutzer juga mendirikan sebuah bangunan yang mirip dengan candi Hindu di samping gereja. Pada akhirnya bangunan berbentuk candi ini makin melengkapi nafas Jawa dalam sosok Gereja Hati Kudus Ganjuran. Jika Anda mengunjungi Yogyakarta, jangan lupa untuk mampir ke sana. Untuk menemukan suasana yang lebih mempesona, datanglah pada Jum?at pertama dan hari Minggu di bulan Mei, Juni dan Oktober karena Gereja Hati Kudus Ganjuran ini akan ramai dikunjungi dari berbagai tempat di seluruh negeri.

Di daerah Kediri di Jawa Timur, berdiri sebuah gereja dengan bentuk arsitektur yang sangat unik. Gereja Katolik Roma yang tepatnya berlokasi kaki gunung Wilis ini dikenal dengan nama Gereja Puhsarang karena berada di daerah Puhsarang atau Pohsarang. Henri Maclaine Pont adalah arsitek yang dipilih oleh Romo Jan Wolters CM untuk melaksanakan pembanguna gereja ini di tahun 1936. Keindahan arsitektur Gereja Pohsarang terletak pada kolaborasi sang arsitek dan inisiator dalam mengukirkan nafas dan budaya Jawa melalui banyak lekuk dan simbolisme dalam bentuk bangunannya. Kalau Anda merasa sekilas bangunan gereja di Pohsarang ini mirip seperti sebuah perahu yang menempel pada sebuah gunung, Anda benar sekali karena gereja yang sangat memepesona ini memang dibangun dengan Gunung Ararat dan perahu Nabi Nuh sebagai inspirasi.

Sementara itu, di Kota Semarang juga berdiri sebuah gereja yang tak kalah exceptional dengan bentuknya yang heksagonal. Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda pada tahun 1753 ini sesungguhnya bernama Gereja GPIB Immanuel, namun lebih terkenal dengan nama Gereja Blenduk karena bentuk kubahnya yang mengembung. Selain kubahnya yang besar dan berlapis perunggu serta orgel Barok yang ada di dalamnya, gaya arsitektur yang terinspirasi dari n salib Yunani adalah ciri dari gereja yang berlokasi di kawasan Kota Lama ini. Pada tahun 1894, W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde berkolaborasi dalam proyek renovasi bangunan Gereja Blenduk dengan menambahkan dua buah menara di depan gedung gereja. Bangunan gereja yang juga menjadi salah satu landmark Kota Semarang ini sampai sekarang juga masih rutin dipergunakan sebagai tempat ibadat di hari Minggu.

Gereja Katedral Jakarta, Gereja Hati Kudus Ganjuran, Gereja Puhsarang, dan Gereja Blenduk hanyalah sebagian kecil dari pesona budaya dan peradaban Indonesia. Di luar fungsinya sebagai akomoadsi kebutuhan rohani, situs budaya ini juga patut dikenal dan harus dipelihara oleh semua.

(Berbagai sumber)

SHARE