Dulu Dibuang, Sekarang Disayang

0
52

.Bagaimana mendapatkan hati seseorang yang dulu pernah Anda tolak mentah-mentah? Sebagai seorang laki-laki, gengsi rasanya jika harus menjilat kembali ludah sendiri, namun perasaan tidak bisa dibohongi. Upik labu berubah menjadi putri salju. Perempuan cupu tersebut kini bermetamorfosis menjadi perempuan idaman para pria, termasuk Anda.

Turunkan harga diri Anda. Tidak perlu berlebihan, sedikit saja. Anda mau mendapatkan hatinya kembali, bukan membuatnya ilfil, karena perasaan suka Anda padanya terlalu terlihat dengan jelas. Singkirkan sikap angkuh yang membuka pembicaraan dengan mengingatkan dirinya betapa dia dulu menyukai Anda. No, don’t do that, dude. Grow up! Datangi dia. Sedikit basa-basi menanyakan bagaimana kabarnya sekarang, di mana dia kerja, dan sebagainya adalah awal yang bagus. Tapi ingat, kontrol pertanyaan Anda. Jangan ada pertanyaan, “Sudah punya pacar belum?” Too early for such question.

Bila ingin mengungkit masa lalu, maka katakan padanya, “Maaf, ya, dulu kalau aku pernah buat kamu sakit hati. Aku hanya tidak ingin membuat suatu kesalahpahaman. Biar sama-sama enak aja.” Teruskan pembicaraan dengan sedikit joke ringan dan memuji dirinya dari segala aspek. Bertukarlah nomer handphone atau pin Blackberry dengannya menggunakan alasan ‘menjaga silaturahmi’. Basi, tapi siapa, sih, yang tega menolak tali silaturahmi?

Bila Anda bertemu dengannya dalam suatu reuni SMA atau kuliah, maka selesai acara, tawarkan jasa untuk mengantarnya pulang ke rumah. Sekalian menghafal jalan masuk ke rumahnya, selama di perjalanan Anda pun dapat melakukan pendekatan ringan dengannya di dalam mobil. Ingat, sebelum berniat mengantarkannya pulang, lihat dulu apa ada seorang laki-laki yang sudah berjanji akan menjemputnya.

Bila ia dijemput, maka cukup katakan padanya, “It is great to see you again. Kalau kapan-kapan aku hubungi kamu, tidak apa-apa, kan?” Pertanyaan ini akan ‘memaksanya’ berpikir, bahwa berhubungan lagi dengan Anda tidak akan menjadi suatu masalah. Jangan tanyakan ‘boleh atau tidak?’, karena ia bisa saja menjawab “Jangan, deh.”

Masa canggung telah berhasil Anda lewati dengan baik. Kini mulailah pendekatan layaknya baru saja mengenal orang baru. Lancarkan komunikasi melalui SMS, telepon, message di email dan media sosial lainnya. Perlahan saja. Dia juga perlu adaptasi untuk memasukkan Anda kembali ke dalam hidup dan hatinya, setelah penolakan yang pernah Anda lakukan padanya dulu. Is she still into you or not? Nobody knows.

(Berbagai sumber)

SHARE