Ekstrimnya BMX Bukan untuk Pamer

0
58

.Hobi mengendarai sepeda BMX bukan barang baru di Indonesia. Demam olahraga ini bahkan sudah ada sejak tahun 1986. Meski jumlah penggemarnya tak banyak, mereka yang sudah akrab dengan BMX mengaku sulit untuk berpaling. Tantangan berbahaya saat beraktraksi membuat mereka semakin mencintai olahraga ekstrim ini. Beraksi dengan sangat memutar sepeda 360 derajat di udara, lepas tangan dan melekuk adalah hal yang biasa buat komunitas BMX.

Uniknya, mereka tak butuh tepuk tangan sebagai penyemangat. Padahal, jika sedikit salah perhitungan maka celaka siap menghadang. Bahkan, yang lebih fatal pengendara sepeda BMX ini bisa pingsan ditempat. Mengendarai BMX pada dasarnya tak jauh berbeda dengan aksi motocross, di mana kecepatan sepeda melewati rintangan tertentu diuji. Beberapa gerakan BMX yakni table top atau melekuk sepeda di udara, turn down (melipat sepeda), no hand (lepas tangan), backflip, front flip, serta memutar sepeda hingga 360 derajat.

Pada umumnya resiko berat akibat kecelakaan beratraksi BMX adalah patah tulang, gigi rontok, lutut goyang, keseleo, hingga pingsan. Sedangkan risiko ringan biasanya lecet-lecet.  Kendati sarat dengan risiko kecelakaan, penggemar BMX terus bertambah. Kebanyakan anggota komunitas ini adalah anak-anak remaja yang baru menginjak dewasa.
Untuk bisa meliuk-liuk dengan sepeda ini, kita harus merogoh kantong cukup dalam. Bayangkan saja, harga sebuah sepeda BMX berkisar antara Rp 2 juta hingga puluhan juta rupiah.

Tidak hanya itu, untuk mengurangi risiko kecelakaan, seorang rider, sebutan untuk penggila BMX, juga perlu melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan seperti, helm, elbow guard, shin guard, dan knee guard Karena itu merupakan langkah dasar yang harus dilakukan setiap penggemar sepeda BMX ketika akan beratraksi.

Namun, hingga saat ini kompetisi yang mempertandingkan ketangkasan mengendarai BMX masih minim. Beratraksi secara ekstrim dengan sepeda BMX juga bisa menyehatkan badan dan mengurangi pemanasan global yang terjadi di dunia saat ini. Sebab, dengan bersepeda kita bisa mengurangi polusi.

(berbagai sumber)

SHARE