Sebaik Apakah Susu Bagi Tubuh?

0
43

.”Ayo dihabiskan susunya,” kata-kata ini adalah nasehat paling sering yang diturunkan dari generasi ke generasi. Dan sebagian besar dari kita menerima saran itu karena menyakini manfaatnya. Seiring berjalannya waktu dengan jumlah penelitian yang dilakukan, kita mengetahui bahwa susu sapi memang kaya akan kalsium dan vitamin D. Inilah yang kemudian diklaim sebagai nutrisi yang diperlukan tubuh.

Tetapi dengan jumlah penelitian mengenai susu yang terus meningkat, ternyata banyak peneliti yang tidak membenarkan klaim tersebut secara utuh. Karena ternyata, mengonsumsi susu dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan resiko kesehatan baru. Salah satu yang paling mudah dilihat sebagai alasan para peneliti menyimpulkan hal tersebut adalah pola ternak sapi yang berubah untuk tujuan komersil.

Secara umum, susu sapi terdiri dari air, lemak, protein, laktosa, mineral, vitamin, dan enzim-enzim. Komposisi ini akan berubah ketika pola konsumsi sapi berubah, yang kemudian memengaruhi siklus pemerahan susu dan susu yang dihasilkan. Dan demi memperoleh untung besar, tidak sedikit produsen susu yang menyederhanakan proses tersebut. Alhasil, komponen susu pun berubah secara keseluruhan.

Belum lagi ketika sapi-sapi diberi hormon tambahan agar produksi susunya lebih banyak, ini akan menambah panjang daftar struktur susu yang berubah drastis. Apa ini artinya kita harus beralih ke susu organik?

Dua ahli biologi molecular University of California, Jean Lee dan Randy Wei, menyarankan, agar kita mengonsumsi susu organik. Karena mulai dari makanan dan proses pemerahan susu dibiarkan berlangsung secara alami. Selain memilih susu organik, keduanya juga menyarankan agar tidak mengonsumsi susu secara berlebihan. Takaran yang disarankan adalah dua gelas sehari. Dan susu tidak akan bekerja maksimal jika tidak diimbangi dengan makanan sehat lainnya.

(berbagai sumber)

SHARE