Tambal Sulam Dalam Busana Pria

0
37

.Siapapun yang mengikuti perkembangan tren fashion tentunya menyadari bahwa riak yang muncul dalam pagelaran fashion week di New York, London, Milan dan Paris adalah lahan subur bagi inspirasi yang pada gilirannya akan berakhir menjadi koleksi pakaian serta aksesoris yang mewarnai setiap lantai dan jendela toko di seluruh dunia. Tak terkecuali fenomena patchwork yang selama beberapa bulan terakhir diam-diam telah merambah dunia mode. Dipersiapkan untuk koleksi Autumn/Winter dan berlanjut hingga Spring/Summer, efek patchwork benar-benar menunjukkan eksistensianya dalam koleksi pakaian pria 2011.

Jika Comme des Garcons dan beberapa brand beraliran high-street lainnya telah mencoba mensosialisasikan para pria sadar gaya dengan koleksi kemeja, jaket dan celana panjang yang telah didekonstruksi dengan efek patchwork, kecenderungan di masa mendatang adalah teknik tambal sulam ini akan diaplikasikan pada hampir semua sudut kreatif dalam industri fashion. John Galliano telah mengaplikasikannya dalam produksi kemeja dan jumper untuk koleksi busana pria tahun ini, demikian juga dengan Opening Ceremony dan Carolyn Messi dari TOPMAN. Dalam tataran yang lebih tinggi, rumah mode Ralph Lauren, Alexander McQueen, Antonio Marras untuk Kenzo, Junya Watanabe, dan Viktor & Rolf tak hanya mem-patchwork koleksi baju dan celana, namun juga menyebrang sampai alas kaki. Label Dsquared2 bahkan menawarkan contoh yang sangat stylish dalam tekhnik dekonstruksi blazer tradisional melalui sentuhan tambal sulamnya. Sebagai tambahannya, trend patchwork juga mencerminkan popularitas gaya folk yang diusung oleh artis-artis kontemporer paling happening saat ini, seperti band indie Mumford & Sons.

Ketika Anda berpikir bahwa hegemoni selera fashion terpelihara dengan sempurna berkat aplikasi garis dan warna yang minimalis di sepanjang musim, tentu saja kehadiran koleksi patchwork yang tiba-tiba saja menyeruak dengan sepenuh hati akan menimbulkan sebuah tanda tanya besar: akankah teknik tambal sulam akan menjadi trend tahun ini??. Well, pada akhirnya pilihan untuk mengenakan pakaian yang berdesain minimalis atau yang mencampur tekstur dan pola tentu saja akan berakhir atas nama selera pribadi.

(Berbagai sumber)

SHARE