Waktu Emas Saat Makan Bersama

0
51

.Menjadi orangtua sibuk boleh saja, namun anak tidak boleh dilupakan begitu saja. Sibuk berkarir di luar rumah, membuat Anda berangkat ke kantor sangat pagi sebelum buah hati bangun dan pergi ke sekolah diantar supir. Saat malam tiba pun, Anda tidak bisa berinteraksi dengan anak, karena ia sudah tertidur. Sadar atau tidak, kesempatan Anda ‘memiliki’ dan merasakan kehadiran anak – dan sebaliknya, anak merasakan bahwa dirinya memiliki Anda sebagai orangtua – semakin sedikit. Manfaatkan dengan baik waktu dan kegiatan yang sepertinya tidak penting menjadi kesempatan untuk melakukan pendekatan orangtua-anak saat jam makan.

Tidak semua keluarga memiliki jam makan malam teratur. Kalaupun teratur pada jam 18:00 atau pukul 19:00, kebanyakan masing-masing anggota keluarga menyantap hidangan di titik-titik kesukaan mereka sendiri. Ayah makan dan duduk di ruang tamu sambil membaca koran. Ibu makan di depan TV sembari menantikan sinetron favoritnya, Tersambung – contoh – yakni sinetron berjudul Tersanjung yang selalu bersambung. Sementara itu, kakak sibuk makan di kamar dengan melakukan pendekatan via telepon kepada teman perempuannya yang menuntut ilmu di sekolah yang sama. Si bungsu bagaimana? Dia ada di mana-mana. Suster sibuk mengejarnya lari ke sana kemari hanya untuk memasukkan suap demi suap nasi ke mulutnya.

Melihat situasi di atas, apakah Anda melihat adanya suatu ‘keluarga’? Ayah, ibu, kakak, dan adik di situ hanyalah empat orang yang ‘kebetulan’ bertempat tinggal di satu atap yang sama, namun mereka tidak memiliki ikatan ataupun hubungan apapun, selain berbagi darah yang sama dalam tubuh masing-masing.

Mengatasi hal ini, biasakan makan malam bersama dengan seluruh anggota keluarga. Bila Anda sibuk dan masih belum bisa pulang ke rumah, karena masih harus mengurus banyak pekerjaan, maka mintalah supir menjemput istri dan anak-anak Anda untuk makan bersama di sebuah restoran dekat kantor Anda. Selesai makan, mereka akan diantar kembali ke rumah oleh supir dan Anda bisa kembali bekerja. Suka atau tidak, semua harus mematuhi peraturan ini, termasuk Anda!

Abaikan aturan ‘tidak boleh bicara selama makan’. Berada di meja makan, buka mulut Anda. Mulailah pembicaraan mengenai kegiatan selama sehari penuh oleh masing-masing anggota keluarga sembari mengunyah makanan. Kenali masing-masing karakter anak dan keluh kesah istri atau suami Anda. Setengah jam duduk bersama dan melakukan pembicaraan hangat dari hati ke hati dengan seluruh anggota keluarga akan membuat Anda merasa lebih lengkap. Anak pun tidak akan merasa kesepian. Meski Anda sibuk, Anda sudah membuktikan kepada buah hati, bahwa Anda tetap akan ada untuknya setiap hari, lahir batin.

Lakukan ritual makan dan berbincang bersama anak dan pasangan setiap hari. Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan emas ini, bila Anda tidak mau ‘kehilangan’ anak-anak Anda dan menyesalinya nanti di hari tua.

(Berbagai sumber)

SHARE