Atasi Migrain dengan Tepat

0
42

.Serangan sakit kepala sebelah atau migrain sering kali mengacaukan semua acara Anda. Migrain sendiri sering disertai dengan rasa mual, ingin muntah, dan Anda pun menjadi semakin sensitif terhadap cahaya serta suara. Ironisnya, migrain ternyata tiga kali lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan pria.

Serangan ini akan meningkat di kisaran usia 35-45 tahun, periode ketika banyak wanita sedang sibuk menjalani peran yang ia jalani, baik sebagai ibu maupun wanita karier. Tak heran, gangguan ini malah bisa mengganggu aktivitas wanita sehari-hari. Migrain tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan. Cermati beberapa informasi berikut untuk membantu Anda memahami masalah yang dihadapi dan mengatasi nyeri migrain:

Wanita lebih rentan terhadap migrain
Para peneliti masih belum bisa memastikan. Tapi, kemungkinan besar ini berhubungan dengan fluktuasi hormon estrogen, yang berpengaruh pada senyawa di otak termasuk rasa nyeri. Kebanyakan perempuan memang mengalami migrain di saat hormon dalam tubuhnya sedang bergejolak, yaitu masa pubertas dan menopause.

Banyak hal yang bisa memicu migrain di antaranya, adalah makanan seperti anggur, cokelat, kafein, dan keju. Stres pun memainkan peran yang cukup penting. Wanita sendiri memang bisa dibilang rentan terhadap stres, mengingat banyaknya peran dan tugas yang harus ia jalankan sehari-hari.

“Wanita juga melakukan begitu banyak hal dan tidak punya waktu cukup untuk makan dengan benar, berolahraga, atau meluangkan waktu mengurus dirinya sendiri. Semua ini sebenarnya bisa membantu mencegah migrain,” kata Merle Diamond, MD, seorang dokter dan asisten direktur di The Diamond Headache Clinic, Chicago.

Waspadai sinyalnya
Ada berbagai pengobatan yang kini bisa digunakan untuk mengatasi migrain, mulai dari obat dijual bebas, obat dari resep dokter, terapi hormon, hingga teknik mengelola stres. Yang jelas Anda perlu berdiskusi terlebih dulu dengan dokter untuk menentukan mana yang paling baik untuk dijalani. Waspadai beberapa tanda berikut, yang menjadi sinyal bahwa Anda perlu segera ke dokter:

– Sakit kepala yang diderita sangat mengganggu dan membuat Anda sering tidak masuk kerja atau tidak bisa beraktivitas.
– Anda sudah mengonsumsi obat sakit kepala lebih dari dua kali seminggu.
– Obat migren yang dikonsumsi saat ini sudah tidak manjur untuk menghilangkan keluhan yang diderita.

Migrain cenderung menurun
Sekitar empat dari lima orang penderita migrain memiliki anggota keluarga yang juga penderita. Jika Anda dan pasangan menderita migrain, anak-anak Anda memiliki kemungkinan sekitar 75% untuk menderitanya juga. Tapi, bila hanya salah satu dari Anda berdua menderitanya, risiko anak-anak pun turun hingga 50%.

Perubahan gaya hidup akan membantu
Berolahragalah dengan teratur, 3 kali seminggu selama 30-45 menit. Ini akan membantu mengusir nyeri sakit kepala melalui adanya produksi hormon endorfin yang bisa meredakan rasa sakit. Selain itu, jangan pernah melewatkan waktu makan, cukupkan asupan air putih dengan minum 8-10 gelas air putih setiap hari, dan miliki pola tidur yang rutin.

(berbagai sumber)

SHARE