Panggil Orang Tua Dengan 'Titelnya'!

0
41

.Dengan apa Anda memanggil seseorang? Menyebut namanya, tentu saja. Namun apakah Anda menginginkan si kecil memanggil Anda dengan berteriak, misalnya “Shinta!”? Tentu tidak. Akan jauh lebih sopan dan pantas, bila ia memanggil Anda dengan titel ‘mama’.

Titel untuk memposisikan orang lain dan diri sendiri sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada orang yang lebih tua dan muda tidaklah umum di negara-negara barat. Sebaliknya, hal ini dirasa sangat penting di Indonesia. Sebutan ‘kakak’, ‘adik’, ‘ayah’, ‘om’, ‘ibu’, ‘tante’, dan masih banyak lagi harus Anda ajarkan kepada anak.

Sejak kecil, ajarkan si kecil untuk memanggil kakaknya dengan awalan ‘kak’. Begitu juga sang kakak. Ia harus memanggil adiknya bukan sekedar nama, namun juga dengan sebutan ‘dik’. Lebih enak, kan, didengar?

Mungkin akan lebih mudah untuk mengajarkan buah hati cara memanggil yang benar untuk anggota-anggota keluarga yang lain. Pemanggilan titel ini akan sedikit lebih menantang, bila diterapkan oleh orang di luar ‘keluarga’. Tukang ojek, tukang becak, pelayan restoran, dan ibu-ibu penjual di pasar adalah beberapa contoh orang yang mungkin beberapa kali ditemui si kecil.

Sangatlah tidak sopan, bila anak lancang memanggil mereka hanya dengan ‘kamu’. Pernahkah Anda risih mendengar seorang anak kecil memanggil supir keluarga seperti ini, “Hei, kamu! Dipanggil mama, tuh!” Oh, jangan sampai anak Anda bertumbuh besar seperti itu. Memang benar Anda dan anak adalah ‘majikan’. Tapi bukan berarti buah hati berhak tidak sopan dan tidak menghargai orang lain, yang lebih tua ataupun lebih muda dari mereka.

Anak harus tahu, bahwa mereka selayaknya memanggil laki-laki yang lebih tua dengan panggilan ‘mas’, ‘bang’, atau ‘pak’ dan untuk perempuan yang lebih tua, mereka harus menambahkan kata ‘ibu’, ‘mbak’, ‘teteh’, dan semacamnya, sebelum memanggil nama mereka.

Sangatlah penting untuk menanamkan budi pekerti dan menumbuhkan rasa sosial kemanusiaan di hati mereka, bukan sekedar lancang dan angkuh, hanya karena merasa punya uang atau tidak kenal dengan orang tersebut. Mulailah dengan memanggil ‘titel’ orang lain dari kecil.

(Berbagai sumber)

SHARE