Kecelakaan Lalu Lintas, Celaka Rumah Tangga

0
47

.Ada fakta menarik yang mungkin terabaikan dari para korban kecelakaan lalu lintas. Faktanya adalah ‘rusak badan, rusak rumah tangga’. Hal ini diungkapkan oleh seorang partner Dunamis Organization Services, Tommy Sudjarwadi, ketika ditemui pada hari Kamis 10 Februari 2011 kemarin di Wisma Proklamasi, Jakarta.

Dunamis Organization Services sendiri adalah pihak yang ditunjuk polisi sebagai konsultan seputar safety riding (keamanan berkendara), khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Tommy menjelaskan, bahwa ketika seseorang menjadi korban kecelakaan lalu lintas, maka harus dipikirkan pula kelanjutan hidupnya di masa mendatang. “Memang saat kejadian dan ketika perawatan (berjalan, hal itu) membutuhkan bantuan dan biaya, tapi (kita) jangan setelah perawatan kesehatannya selesai, maka selesai (juga) perhatian kita terhadap korban itu,” tambahnya.

Lantas apa hubungannya dengan rumah tangga? Lolos dari maut setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, bukan berarti akan selalu lolos juga dari cacat permanen di tubuh. Cacat permanen akibat kecelakaan inilah yang dapat menghancurkan rumah tangga.

“Misalnya dulu dia (korban kecelakaan) seorang mandor di pabrik. Ketika berjalan kaki atau naik motor di jalan, dia jadi korban kecelakaan. Terlepas dari siapa yang salah, dia harus diamputasi, kemudian dipecat karena dianggap tidak produktif lagi oleh perusahaan. Kalau sudah seperti ini, rumah tangga ikut merasakan akibat kecelakaan lalu lintas tadi,” jelas Tommy.

Bayangkan bila sang korban kecelakaan adalah tulang punggung keluarga. Cacat fisiknya akan menyebabkan pula cacat perekonomian pada rumah tangga, karena tidak akan mampu lagi bekerja dan menghidupi keluarga dengan maksimal seperti dulu.

Hati-hati di jalan!

(Ghiboo)

SHARE