Kita dan Asia Mendengar The Trees And The Wild

0
50

.Satu lagi band asal Indonesia yang mampu berbicara di kawasan Asia. The Trees And The Wild (TTATW), band yang berisi tiga orang pemuda dari pinggir kota Jakarta yang album pertama mereka mampu menarik perhatian majalah Time. Melalui artikel Eastern Promise oleh Samantha Kuok Leese, debut album TTATW yang berjudul “Rasuk” mampu menjadi nomor pertama dalam Five New Bands To Watch. Band ini terdiri dari Remedy (Vokal/Gitar), Andra (Bass/Vokal) dan Iga (Gitar/Vokal). Ghiboo sempat berbincang dengan mereka (minus Remedy yang belum datang) di sebuah studio saat akan melakukan sesi latihan dengan Imel (Ten2Five) dan mereka bercerita tentang penghargaan yang mereka dapatkan dan proyek lainnya.

Five New Bands To Watch

“Pertamakali yang ngasih tau itu Teguh (manager), ‘nih dapet penghargaan ini’, Kita kaget dan senang. Cuma yang ngga kaya euforia (menirukan suara wuaaaaa), tapi lebih ke… Alhamdulillah.” Iga dan Andra meneruskan, “boro-boro ngerasa pantes (mendapatkan penghargaan), kita mikirin itu juga ngga soalnya. kok tiba-tiba masuk. bingung juga sih. Kita sama sekali ga tau (kriteria pemilihannya), tau-tau udah ada aja.”

Bagaimana Asia Mendengar TTATW ?

“Kita menyebarkan musik via MySpace dan sempet dapet kesempatan main di outdoor stage Esplanade, Singapore bulan Juli. Sempet nitip CD juga disana. Tapi kalo jor-joran promo keluar itu ngga. Kita juga sempet masuk dalam sebuah album kompilasi di Thailand. Cuma sebatas itu aja. Teguh juga sering ngobrol dengan pihak-pihak di benua lain dan punya pergerakan dibawah radar kita sehingga jadi kaget, ‘kok kita bisa maen disini sih’?” Iga dan Andra juga bercerita tentang kondisi mereka setelah penghargaan Time, “Jauh sebelum adanya penghargaan Time ini pun kami selalu berusaha untuk tiap harinya dan kalo manggung berusha untuk jadi lebih bagus. Momentum penghargaan dari Time ini semacam jadi pecut buat jadi lebih bagus lagi.” Setelah mendapat penghargaan ini, Asia juga mulai mengundang mereka untuk bermain, atleast dimulai dari Malaysia dan Singapura, “Kita Maret bakal main di Malaysia dan Singapore. Malaysia diacara mahasiswa Limkokwing dan Singapore itu di acara Mosaic Music Festival.”

Album Kedua

“Sekarang lagi dalam tahap brainstorming, mengumpulkan materi dan niat. Karena kita kerja nya cenderung lebih mengandalkan mood. (Album kedua) mencoba keluar dari rasuk walaupun semangatnya masih kaya gitu. Pengen meng-explore sesuatu yang baru tapi tetep ada suatu keterhubungan dengan album Rasuk.” Komentar Iga dan Andra tentang rencana rilis album kedua, “Pengennya ngumpulin materi dan proses produksi di tahun ini (Harus! – Ditekankan oleh Iga) dan rilisnya awal tahun depan. Minimal tahun ini sampe proses rekaman.”

Proyek Film Dokumenter

“Konsepnya dari Remedy, Dimas (videographer) dan Teguh tentang pembuatan kapal Pinisi di Bulukumba. Kita tertarik untuk menjadikan itu film dokumenter tapi diiringi oleh lagu Malino dan kebetulan Malino juga berasal dari (bahasa) Sulawesi. (Proyek ini) sempet lama ketunda karena kita mesti nyari pemodal utama tapi akhirnya selesai juga dan kemaren kita screening di Blitz. Hasilnya bagus, cukup puas, tapi kami belum tau penayangan untuk umum itu kapan karena masih ada masalah teknis. Film dokumenter itu sendiri akan berdurasi 8 – 9 menit dan ini seprti videoklip (tapi ngga).”   

Proyek Dengan Imel

Pada saat Ghiboo bertemu mereka, TTATW sedang dalam proses latihan untuk lagu terbaru Imel (Ten2Five). Imel nantinya akan merilis album dengan lagu-lagu yang berkolaborasi dengan banyak musisi, salah satunya TTATW. “Kolaborasi dengan Imel merupakan pertamakalinya. Kita baru ketemu sekali dan kita excited karena coba bekerja sama dengan orang yang berbeda-beda. Karena biasanya cuma gw (Andra), Iga sama Remedi dan sekarang bekerja sama dengan orang lain dan mencoba bertanggung jawab atas lagunya Imel.” Iga dan Andra menambahkan, “Mudah-mudahan hasilnya memuaskan. Di lagu ini cuma bantu musiknya aja, liriknya imel. Belum tau Remedy nyanyi juga apa ngga karena baru 60 % dan belum bisa dipastikan. Yang pasti akan menjadi lagu dari Imel dan musik dari TTATW, Insya Allah.”

Bagi anda yang mungkin sampai saat ini belum pernah mendengarkan lagu dari The Trees And The Wild (TTATW), anda masih bisa mendapatkan albumnya yang berjudul Rasuk di beberapa toko kaset di Jakarta. Musik folk/akustik dan juga ada yang menyebut musik TTATW sebagai musik “Tropis Muram” yang lagu-lagu dan liriknya mampu merasuk hati anda yang mendengarkan. Anda suka musik-musik akustik? Ghiboo merekomendasikan album Rasuk dari The Trees And The Wild untuk anda.

(Ghiboo)

SHARE