Cinta Sejati 32 Tahun Si Tuli-Buta

0
55

.Mungkin beginilah yang dinamakan ‘cinta sejati’. Mencintai seseorang tanpa mementingkan fisiknya. Itulah yang terjadi pada Mary (67) dan Stephen Lindop (66). Selama 32 tahun lamanya mereka telah menikah dan tinggal di sebuah apartemen di Toronto, tanpa mampu mendengar suara dan melihat paras satu sama lain. Wajar, karena mereka berdua sama-sama tuli dan buta.

Meski mengalami cacat fisik, Mary dan Stephen tak kehilangan cinta dan kasih sayang sedikit pun. Bahkan mungkin kadarnya melebihi pasangan manusia ‘sempurna’ lainnya. Setiap pagi setelah bangun, Stephen selalu mencium kening, hidung, dan dagu istrinya. Mengandalkan intuisi, sentuhan, dan perasaan, mereka berdua dapat saling memberikan dan merasakan cinta satu sama lain.

Mary berkata, “Dibanding apapun di dunia ini, aku lebih memilih tetap bersama suamiku dan tetap buta-tuli.”

“Aku bisa merasakan betapa Mary mencintaiku,” ujar Stephen menimpali.

Layaknya pasangan ‘normal’ lainnya, mereka menghabiskan waktu berdua dengan mengobrol ataupun memasak. Bahkan, stephen mengaku kehidupan seks mereka menyenangkan dan cukup bagus. Sayang, mereka tidak dapat memiliki anak, karena ibu Mary memaksanya mensterilisasi dirinya sewaktu masih muda.

Meski demikian baik Mary maupun Stephen mengaku sangat bahagia menemukan cintanya. Mary dan Stephen sepertinya memang sudah ditakdirkan untuk bersama. Mereka pertama kali bertemu saat berumur  8-9 tahun. Bersekolah di tempat yang sama – sekolah khusus untuk tuli di Montreal – Stephen menempati tempat duduk di belakang Mary. Saat musim panas, mereka berpisah dan tidak saling bertemu hingga lebih dari 20 tahun. Mereka kembali bertemu beberapa tahun setelah Stephen mendapatkan pekerjaan di Newfoundland pada tahun 1975. Dia langsung mengenali Mary. Tak lama, mereka pun menikah. Tepatnya pada tanggal 21 Juli 1979.

Stephen menjelaskan, “Kami tidak menunggu lama untuk menikah.”

Stephen sepenuhnya tuli dan kemampuan melihatnya sangat minim akibat tuberkolosis yang dideritanya pada usia enam tahun. Dia dapat melihat hanya dalam jarak yang sangat dengan, misal menonton TV dengan menempelkan wajahnya ke layar TV. Berbeda dengan suaminya, Mary terlahir tuli dan baru mulai kehilangan daya penglihatannya 10 tahun lalu. Penglihatannya jelas lebih baik dibanding Stephen. Dia kerap menuntun suaminya jalan ke suatu tempat dengan menarik tangan Stephen ke bahunya dan berjalan di depannya sebagai pemandu.

Meski tidak bisa mendengar suaranya dan tak mampu melihat istrinya dengan jelas, gambaran Mary sangat jelas terbentuk dalam hati dan pikiran Stephen. “Aku tahu semua hal tentangnya dan kini kamu tua bersama,” ujar Stephen.

Apakah Anda mampu setia dengan pasangan Anda selama berpuluh tahun dengan segala kekurangan fisik, seperti Mary dan Stephen Lindop? Semoga bisa dijadikan contoh pada Valentine, hari ini.

(Berbagai sumber)

SHARE