Hamil Obesitas Bawa Banyak Masalah

0
38

.Anak harus mendapatkan yang terbaik. Sebab itu, saat mengandung si kecil, Anda pun berlomba-lomba mengisi tubuh dengan segala jenis makanan demi mendapatkan berat tubuh agar anak lahir tidak dalam kondisi yang kecil dan ‘mengenaskan’. Well, stop it, Mamma. Anda tidak sedang berlomba.

‘Membesarkan’ tubuh saat berbadan dua demi si jabang bayi memang penting. Ini bukan berarti penambahan berat badan menjadi terlalu berlebihan. Hati-hati obesitas! Pada umumnya, perempuan yang akan lebih memiliki kemungkinan mengidap obesitas saat hamil adalah mereka yang sebelumnya juga sudah gemuk.

Perempuan gemuk dan kurus yang sama-sama mengalami kelebihan berat badan di kala hamil akan memiliki ukuran bayi yang terlalu besar, terhitung sejak kehamilan di usia tiga bulan kedua dan ketiga. Hal ini akan ‘memaksa’ Anda melakukan persalinan secara caesar. Too bad.

Masih banyak efek negatif lain yang akan didapatkan bila Anda mengalami kehamilan obesitas. Anda bisa terkena berbagai penyakit seperti darah tinggi, jantung, dan diabetes yang akan berpengaruh dan menurun pada anak, timbulnya preeklampsia, kencing manis dalam kehamilan, harus menerima resiko menjadi tidak subur, keharusan mengeluarkan biaya lebih besar selama kehamilan, serta tentu saja waktu yang lebih lama untuk pemulihan di rumah sakit setelah persalinan.

Pikirkanlah si kecil. Kelebihan berat badan adalah resiko pada janin, plasenta yang menyuplai oksigen akan menyempit karena lemat. Ini menghambat pertumbuhan bayi. Suplai oksigen yang terhambat dapat merusak sel-sel oyak janin sehingga kecerdasan anak pun akan berkurang. Jangan lupakan juga gangguan paru-paru yang kemungkinan akan dirasakan buah hati nanti setelah terlahir obesitas, seperti Anda, ibunya.

Demi menghindari segala masalah di atas, jaga berat badan Anda kala tengah berbadan dua.

(Berbagai sumber)

SHARE