Tiga Keraton Untuk Cirebon

0
32

.Sebagai salah satu kota pesisir, ruas jalan di Kota Cirebon cukup sibuk dengan lalu lalang kendaraan dari dan menuju Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Bukanlah sebuah kebetulan semata kalau kota Cirebon di Jawa Barat menjadi sebuah kota persimpangan di bagian utara Pulau Jawa. Konon, nama Cirebon berasal dari kata caruban atau tempat pertemuan atau persimpangan jalan. Namun Kota Cirebon bukan hanya sekedar kota di persimpangan jalan semata. Sebagai sebuah tujuan wisata, kota ini juga menyimpan banyak objek wisata, terutama peninggalan tiga buah istana keraton yang menjadi pengingat akan sejarah awal Kota Cirebon.

Ada tiga buah keraton di Cirebon. Mereka adalah Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan, dan Keraton Kacirebonan. Semuanya memiliki kisah, peran, dan keunikannya masing-masing yang menjadi bagian dari kekayaan seni dan budaya Indonesia.

Keraton Kanoman adalah pusat peradaban di kesultanan Cirebon, yang kemudian terpecah menjadi Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan, dan Keraton Kacirebonan. Areas seluas 6 hektar ini tak hanya menjadi tempat tinggal keluarga kerajaan dan lokasi berdirinya 27 peninggalan kuno, namun juga menjadi tempat penyimpanan beberapa benda pusaka seperti kereta Paksi Naga Liman dan Jempana milik Sunan Gunung Jati, serta tempat penyelenggaraan berbagai uapacara adat, penerimaan tamu agung, penobatan sultan, dan acara keagamaan seperti Maulid Nabi.

Keraton Kasepuhan adalah bangunan keraton termegah dan paling terawat yang ada di Cirebon. Makna di setiap sudut arsitektur keraton ini pun terkenal paling bersejarah. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo didalamnya. Keraton ini memiliki museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang dikeramatkan yaitu kereta Singa Barong yang hanya dikeluarkan pada tiap tanggal 1 Syawal untuk dimandikan. Bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih. Didalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja.

Sedangkan Keraton Kacirebonan berdiri di tahun 1808 dan selama lebih dari 2 abad telah menjadi lokasi kediaman keluarga keturunan Raja Kanoman yang memisahkan diri dari Kesultanan Kasepuhan di abad 18. Bentuk bangunannya sendiri memiliki desain arsitektur bergaya kolonial yang bagus, dan menjadi rumah bagi sejumlah koleksi pedang, dokumen dan benda-benda peninggalan kerajaan lainnya. Seperti halnya Keraton Kesepuhan dan Keraton Kanoman, Keraton Kecirebonan inipun juga tetap menjaga, melestarikan serta melaksanakan kebiasaan dan upacara adat dan sebagainya.

Meskipun sejarah membuat mereka terpisah-pisah, namun ada hal menarik yang menjadi tali pengikat dari ketiga keraton di Cirebon ini. Antara lain adalah kehadiran piring-piring porselen asli dari negeri Tiongkok yang menghiasi dinding keraton, kemudian bangunan keraton di Cirebon yang semuanya selalu menghadap ke utara dan di halamannya selalu terdapat patung macan sebagai lambang Prabu Siliwangi, leluhur dari semua penguasa Cirebon. Selain itu di bagian depan keraton selalu terdapat alun alun untuk rakyat berkumpul dan pasar sebagai pusat perekonomian, sedangkan di sebelah timurnya selalu berdiri bangunan masjid.

(Berbagai sumber)

SHARE