Atmosfer Baru di Museum Groninger

0
45

.Bangunan aslinya yang bergaya aristrokrat didirikan pada tahun 1894, karena itu ketika di tahun 1994 museum seni kontemporer Groninger memperluas diri dengan menambahkan tiga buah gedung paviliun baru yang luar biasa modern, publik pun dibuat bertanya-tanya.

Struktur modern dan radikal tersebut berdiri di tepi kanal di seberang stasiun kereta api dan terbagi dalam  tiga paviliun utama: sebuah bangunan silinder perak yang dirancang oleh Philippe Starck, menara kuning oleh Alessandro Mendini, dan sebuah ruang dekonstruktif berwarna biru pucat karya Coop Himmelb(l)au. Sebuah jembatan yang menghubungkan museum dengan stasiun kereta api merupakan jalur sepeda dan pejalan kaki yang menghubungkan langsung ke pusat kota.

Akhir tahun lalu, sebuah kegiatan revitalisasi kembali dilakukan dan telah menelan waktu selama 8 bulan. Kabar baiknya adalah Groninger terlihat makin muda dan prima, dan mampu menarik bakat-bakat terbaik dalam dunia desain melalui kehadiran desainer Maarten Baas, Studio Job dan Jaime Hayon yang semuanya turut berkontribusi dalam menciptakan kejutan tambahan. Maarten Baas yang merupakan seorang desainer asli asal Belanda telah memperbaharui ruang restoran museum karya Mendini dengan memanfaatkan koleksi ‘Clay’ yang dia buat khusus untuk proyek ini. Studio Job datang dan memberikan sentuhan artistiknya dengan menciptakan ruang resepsi yang spektakuler, sedangkan desainer ajaib asal Spanyol, Jaime Hayon, membuat sebuah pusat informasi pengunjung dalam desain dan sentuhan yang benar-benar eklektik dan inspiratif.

Mungkin memang museum Groninger masih kalah pamor dan kalah ikonik jika dibandingkan dengan beberapa museum lainnya di Eropa. Namun tak diragukan lagi, Groninger adalah salah satu museum terbaik -dan mungkin yang paling menarik- yang bisa Anda kunjungi di muka bumi ini.

(Berbagai sumber)

SHARE