Up The Iron, Ed Force One Selama Di Soekarno-Hatta

0
29

.Perjalanan mengesankan ini dimulai pada tahun 2007 dimana Iron Maiden melakukan Somewhere Back in Time World Tour. Sebuah rangkaian panjang 24 konser di 21 kota yang menempuh perjalanan sejauh 50,000 mil dengan mengendarai 1 kendaraan yang fenomenal. Kendaraan tersebut adalah Ed Force One, sebuah pesawat Boeing 757-200 yang dimiliki oleh Astraeus British Airline yang dimodifikasi menjadi pesawat untuk travel dan penampilannya berubah menjadi a la Iron Maiden.

Kapten sekaligus pilot pesawat Ed Force One ini adalah sang vokalis band Iron Maiden, Bruce Dickinson. Bruce mendapatkan lisensi pilot komersial ketika mengundurkan diri dari Iron Maiden pada periode 90-an. Walaupun saat itu Bruce sudah menjadi pilot sewaan untuk Astraeus British Airline, kesempatan menjadi pilot tetap diurungkan karena dunia butuh Iron Maiden dan Bruce harus kembali menjadi vokalis. Tahun 1999 Bruce kembali dan awal tahun 2000 Iron Maiden merilis album baru serta mengadakan tur dunia yang bertajuk Brave New World.

Ide untuk menggunakan pesawat terbang sendiri muncul kala Iron Maiden merasa kewalahan dengan jadwal tur yang sangat padat. Kemudian tercetuslah ide itu, “Kenapa tidak membawa pesawat terbang sendiri?”. Ide tersebut lolos dan Iron Maiden sepakat meminta Bruce menjadi kapten pesawat mereka sendiri.

Pemilihan nama Ed Force One sendiri dilakukan dengan meminta pendapat dari para Troopers hingga akhirnya terpilih nama Ed Force One. Menurut penuturan Rod Smallwood, “From well over 2000 entries, Bruce and I chose ED FORCE ONE. Although many were quite original in concept, it has a nice ring to it. In the tie breaker pretty well all of you chose to flatter the band! Very nice of you! Anyway, we chose WILSON’s entry – “Timeless, inspirational, continually evolving, but always true to themselves, camaraderie that survives the evil that men do!” – I like the reference to camaraderie as I feel that it’s something the Maiden and their fans are very much about.”

Ed Force One akhirnya mendarat di bandara Soekarno-Hatta Indonesia dengan nomor penerbangan PV – 666. Mendaratnya Ed Force One membawa semua personil, kru, keluarga serta semua alat-alat yang dibutuhkan Iron Maiden untuk melakukan tur dunia. Kamis kemarin, Iron Maiden sudah melakukan konser spektakuler di pantai Karnaval Ancol dan siang hari ini (18 Feb) Ed Force One take-off dari bandara Soekarno-Hatta menuju bandara Ngurah Rai. Hari Minggu besok Iron Maiden akan melanjutkan konsernya di Garuda Wisnu Kencana Bali.

Sebuah pemikiran cerdas bagi sebuah band besar untuk ‘membuat’ pesawat mereka sendiri. Rencana tur dunia akan semakin mudah dilakukan dan biaya akan mampu dikurangi. Bukan tidak mungkin bagi musisi lain mengikuti cara ini dan membuat Ed Force One mereka sendiri. Puaskan mata Anda dengan melihat sendiri Ed Force One dalam gallery photo kami.

*Special photo by Eko Probo

(Ghiboo)

SHARE