Alunan dan Petikan Indah Gitar Trisum yang 'Bernyanyi"

0
40

.Jumat lalu 18 Februari 2011, Trisum meluncurkan albumnya yang kedua ‘Five in One” di sebuah cafe di bilangan Ampera. Suatu pengalaman yang sungguh menyenangkan bisa berada di sana dan menyaksikan langsung petikan gitar yang maha dahsyat dari Dewa Budjana, Balawan dan Tohpati.

Acara dibuka sekitar pukul 20.30 malam dengan sapaan ringan dari ketiganya. Tak banyak basi basi karena gitar lebih dinanti untuk berbicara. Dan tibalah saat ‘Five to One’ mengalun, membuka decak kagum akan permainan mereka bertiga. Bersama Indro Hardjodikoro dan Echa Soemantri, kolaborasi impian ini bagaikan sebuah mimpi yang melantun dengan lembut, cepat dan mempesona.

Keriaan kembali belanjut manakala Unyil dan Magic Blue terdengar di telinga. Kerumitan yang khas dan indah ala ketiganya sungguh suatu hal yang jadi daya tarik bagi penggemar instrumen gitar. Untuk mereka yang mencintainya, bisa jadi Trisum adalah dewa mereka.

Jeda lagu berikutnya, Balawan sempat membocorkan satu kisah. “Tohpati itu perfeksionis, bila dia menoleh ke arah saya, berarti saya ada salah, jadi perhatikan ya nanti, dia menengok ke arah saya atau tidak?”, kata-katanya disambut gelak tawa berkepanjangan. “Kalau Budjana itu alat-alatnya rumit, serumit permainan dan orangnya!”, sambung Balawan lagi. Semua kembali tergelak dalam tawa yang hangat, sehangat melodi yang diciptakan mereka bertiga.

‘Nice to Be Around You’ kemudian melantun, suatu melodi yang lembut, menghiasi indra pendengaran dengan harapan akan cinta. Budjana mengatakan bahwa ini adalah satu ciptaan Balawan yang berbeda, “Sama seperti orangnya, permainan gitar Balawan itu sangat cepat dan terburu-buru, kita juga kadang jadi susah mengejarnya. Namun dalam lagu ini, saya merasakan aura permainan Balawan yang berbeda”, kata Budjana. Balawan makin tersipu manakala Budjana membocorkan rencana pernikahannya. Mungkinkah aura yang romantis itu tercipta karena kabar bahagia tersebut?

Malam semakin hangat ditemani dengan deretan musik indah dari lagu ‘Midnight Guitar, All You Can Eat, Bass&Drum, Bubi’s, Pulang dan Rahwana’. Echa Soemantri dan Indro Hardjodikoro membalut permainan gitar Trisum dengan alunan bass dan drum yang sempurna. Lima orang yang muncul di atas panggung adalah maestro bagi instrumen masing-masing. Meskipun gitar adalah juaranya malam itu. Tak diragukan lagi ketiganya adalah putra bangsa yang terbaik dalam permainan gitar. Tak berarti ketiadaan vokal malam itu, karena gitar mereka sudah ‘bernyanyi’. Seindah dan sekhas nyanyian manusia.

Permintaan encore dari penonton membuat mereka dengan senang hati kembali ke panggung dan membawakan Cublak Cublak Suweng, satu yang paling dinanti oleh penggemar setia mereka. Semua larut dalam keheningan, menikmati penuh apa yang disajikan dalam indra pendengaran mereka. Petikan gitar Budjana dan Tohpati serta taping gitar Balawan.

Mengingat kesibukan ketiganya yang tak berbatas, kesempatan menyaksikan langsung peluncuran album ini adalah anugerah tersendiri. Bergegas ketiganya dihampiri begitu acara usai untuk sekedar mengabadikan torehan tangan di lembaran cover yang diharap abadi. Oleh-oleh CD kini rapi tersimpan di hati, dengan seberkas memori akan keindahan petikan gitar di malam hari.

Selamat untuk peluncuran album kedua ini, tanda karya abadi.

(ghiboo)

SHARE