Fingerboard Semakin Digandrungi

0
57

.Jika dilihat sepintas, memang tidak ada yang istimewa dengan apa yang dilakukan para pecinta fingerboard. Mereka menggores, membolak-balik, memutar dan sesekali meloncat-loncatkan papan kecil beroda di sebuah lintasan papan luncur mini yang desainnya serupa dengan skate board park.

Namun jika diperhatikan lebih detail, permainan fingerboard butuh tehnik kecepatan tangan agar dapat meluncur dengan berbagai gerakan berbeda seperti bermain skateboard.

Papan sepanjang 10 centimeter tersebut merupakan sebuah miniatur skateboard lengkap dengan empat roda. Bermain fingerboard menggunakan dua jari yakni telunjuk dan jari tengah, yang diibaratkan seperti kaki ketika menaiki skateboard.

Hampir rata-rata seluruh teknik yang ada dalam skateboard bisa diterapkan di fingerboard. Namun satu yang belum mungkin dilakukan adalah teknik flip spin atau berputar di udara hingga 360 derajat.

Karena, jika menggunakan tangan, mustahil bisa melakukan 360 derajat. Lain halnya dengan teknik spin dalam skateboard yang menggunakan seluruh anggota badan untuk melakukan teknik ekstrim tersebut.

Permainan tersebut memiliki tantangan yang berbeda, sehingga membuat orang ketagihan. Permainan Fingerboard menawarkan beragam kemudahan yang tidak ia dapatkan dalam permainan skateboard, antara lain permainan yang portable atau bisa dilakukan di mana saja tidak terpengaruh cuaca, tidak terlalu lelah karena menyesuaikan kemampuan fisik seseorang serta minim resiko cidera.

Jenis permainan ini terbilang cukup murah, karena harga fingerboard berkisar antara Rp 100.000 ke atas, serta untuk mendapatkannya tergolong mudah di Jakarta.

Tetapi, selera orang pastilah berbeda-beda, tak jarang yang memesan fingerboard hingga ke luar negeri, dan paling mahal bisa mencapai Rp 1,8 juta rupiah. Fingerboards pertama kali dibuat sebagai mainan buatan sendiri pada 1970-an dan kemudian menjadi aksesoris gantungan kunci di toko-toko skateboard.

(berbagai sumber)

SHARE