Kalau Sempurna Itu The Beatles!!!

0
37

.”(Bila manusia diibaratkan dengan musisi) kalau sempurna itu The Beatles, manusia (yang tidak sempurna) itu Velvet Underground”, celoteh Jimi Multhazam. Kalimat itu dilontarkan ketika terjadi kesalahan teknis di acara launching album Morfem. Acara yang diadakan di Eastern Promise Kemang ini dipanaskan terlebih dahulu oleh penampilan SURI dan PAL-NTSC.

Malam itu, penampilan Morfem dibuka dengan naiknya Freddie Warnerin kemudian memainkan drumnya. Disusul Bramasta J. Sasongko (bass), Pandu Fuzztoni (gitar) dan diakhiri kehadiran Jimi Multhazam sebagai vokalis. Tanpa banyak basa-basi dua lagu berbahasa inggris, Who Stole My Bike dan Death Kitchen, yang diciptakan Jimi ketika masih menjadi drummer di Bequiet langsung dibawakan.

Seperti biasa Jimi tampil atraktif dan juga gemar memanaskan suasana dengan kalimat-kalimat nan sarkas. Kemacetan jakarta, penolakan radio, kenakalan masa muda, serta kondisi musik Indonesia masa kini menjadi sasarannya. Penonton yang memadati pun kerap dibuat tertawa melihat polah Jimi. Di antara penonton banyak musisi yang hadir. Antara lain Leonardo Ringo, Henry Foundation, Wahyu “Acum” Bangku Taman, The Brandals, JMono “Alexa”, Sandy Sandoro, dan The Upstairs.

Lagu-lagu dari album berjudul “Indonesia” semua dibawakan. Dinyanyikannya 3 lagu yang tidak dimasukkan ke album pertama,”karena keterbatasan dana” cetus Jimi, menjadi kejutan yang sangat istimewa bagi penonton yang hadir. Tidak hanya itu, Morfem juga meng-cover lagu-lagu dari musisi yang menjadi “pahlawan” bagi mereka. mulai dari Black Sabbath, The Beatles, The Velvet Underground, Black Flag, dan The Vaselines. Suasana sempat santai sejenak ketika Morfem memainkan set akustik untuk mengalami,”begini rasanya galau, my friend,” canda Jimi.

Gadis Suku Pedalaman menjadi lagu terakhir. Jimi pun turun panggung menghampiri penonton dan menyodorkan mikroponnya. Satu persatu penonton yang didekati melanjutkan nyanyiannya. Hasilnya? Seru dan kacau hahahaha. Semua menyanyi dengan versi masing-masing. Sandy Sandoro pun tak lepas dari todongan jimi. Panggung menjadi riuh suasananya ketika Pandu dan Bram “menyerbu” perangkat drum Freddie. Suara feedback gitar dan noise dari speaker mengiringi berakhirnya acara. Malam itu Morfem membuktikan bahwa masih ada musik bagus di Indonesia. Musik yang disajikan bukan musik katro‘ alias kampungan.

(Ghiboo)

SHARE