BottleSmoker Membawa Musik Indonesia ke Dalam Kamar Dunia

0
37

.Simak Angkuy dan Nobi. Dua orang lulusan komunikasi UNPAD Bandung yang lebih terkenal di luar negeri. Mereka berdua sudah membuat lagu sejak tahun 2003 dan membentuk BottleSmoker ditahun 2005. Merasa minder dengan ejekan akan musik mereka oleh publik dalam negeri, duo Electro-Toy ini justru populer di dunia maya dan mendapat sambutan hangat oleh publik dunia.

Setelah terbentuknya BottleSmoker, mereka lebih sering mengunggah lagu-lagu mereka melalui MySpace yang ternyata mendapat sambutan yang positif dari pengguna MySpace di luar Indonesia. Pada tahun 2006 BottleSmoker mendapatkan tawaran dari Net Label di Spanyol untuk merilis album pertamanya. Sementara album kedua BottleSmoker dirilis secara gratis via online oleh salah satu Net Label asal Amerika Serikat. Ada juga cerita dimana salah satu Net Label di Rusia merekam dan memindahkan lagu-lagu BottleSmoker kedalam medium piringan hitam. Respon publik luar negeri yang positif membuat BottleSmoker mendapatkan tawaran bermain di Malaysia, Filipina, Brunei, Cina, Hongkong dan Singapura walaupun masih ada tawaran untuk bermain lebih jauh lagi.

“Kita nyaman (bermain dan berkorespondensi dengan publik luar negeri) dan ngebikin kita percaya diri karena disini kita jujur, minder,” ungkap BottleSmoker saat melakukan wawancara dengan Ghiboo. Kekecewaan mereka atas respon negatif dari publik dalam negeri membuat BottleSmoker takut untuk berbuat banyak dengan musiknya di Indonesia. “Daripada bete di Indonesia, yaudah di luar (negeri) aja,” ungkap Angkuy.

Tapi keminderan mereka akan respon negatif pendengar musik Indonesia perlahan pupus. Dimulai dari suatu acara yang diadakan oleh Wasted Rockers bernama Friday I’m In Loops, mereka bertemu dengan banyak musisi kamar yang produktif membuat lagu didalam PC tapi tidak pernah tampil di atas panggung. Lalu sebuah media bernama Deathrockstar melirik musik yang dimainkan BottleSmoker dan menampilkan lagu-lagu mereka didalam website-nya. Perjalanan mereka pun terus berkembang hingga dua minggu yang lalu satu majalah musik besar mengundang BottleSmoker untuk tampil di panggung mereka.

Kalau anda penasaran dengan musik BottleSmoker, duo ini memainkan musik elektronik yang mereka namakan Electro-Toy. BottleSmoker menggunakan toy musical instrument dan custom equipment untuk menghasilkan nada dan bebunyian yang unik. Saat Ghiboo melihat penampilan langsung mereka, BottleSmoker saat itu menggunakan 7 keyboard, 3 noise box dan 1 bubble machine sebagai gimmick. Anda bisa mendengarkan bahkan mengunduh secara legal lagu-lagu mereka melalui MySpace, silahkan ketik Bottlesmoker dan temukan mereka. Saat ini mereka aktif untuk mengkampanyekan Free Music Share. Sebuah gerakan berbagi musik dimana musisi, net label dan penikmat musik mampu mendapatkan keuntungan masing-masing dengan cara berbagi musik secara gratis.

BottleSmoker yang namanya terinspirasi dari kebiasaan mereka menggunakan botol air mineral untuk dijadikan asbak rokok mengharapkan adanya perubahan respon publik dan label musik di Indonesia. Mereka ingin membawa konsep Free Music Share kedalam masyarakat di era 2.0 dimana teknologi menjadi begitu sangat berarti. “Kita pengen ada recording label di Indonesia yang mau produksi album kita tapi tetep dengan free download, tapi belum ada. Kita juga pengen ngebuktiin melalui karya kita dalam suatu timbal balik yang positif (musisi dan penikmat),” ungkap BottleSmoker.

Goodnight Electric, sebuah grup elektronik asal Jakarta, mereka akui sebagai salah satu inspirasi dan trigger untuk mereka agar keluar dari kamar. Saat Ghiboo bertanya apakah dengan semakin dikenalnya BottleSmoker berarti menandakan berakhirnya era Goodnight Electric, duo yang lagunya sempat disalahgunakan untuk keperluan iklan komersil ini menjawab, “Mudah-mudahan. InsyaAllah bisa dijadiin momen regenerasi.”

(Ghiboo)

SHARE