Pernikahan Milik Ayah, Ibu, dan Anak

0
51

.Bisa dimaklumi bila banyak orang menghindari pernikahan. Menikah sama dengan membuat hidup menjadi lebih rumit. Hubungan yang tadinya hanya dijalankan dan melibatkan dua orang, kini harus melibatkan dua keluarga.

Setiap orang dalam keluarga tersebut merasa perlu dan berhak buka suara dan pendapat mengenai apapun yang terjadi di antara Anda dan pasangan. Keadaan akan bertambah ruwet lagi, ketika seorang anak telah hadir di antara Anda berdua.

Bukan berarti membenci buah hati, namun Anda dan pasangan harus mulai bisa mengendalikan emosi dan ego masing-masing. Mengalah bukan untuk memenangkan ego pasangan atau ego siapa pun. Saat Anda telah menikah, banyak hal harus Anda pikirkan dahulu sebelum melakukannya, demi kepentingan anak. Tidak ada lagi ‘menang’ atau kalah. Semua itu tidak penting.

Hubungan Anda dengan pasangan mungkin sudah mulai rusak, namun bukan berarti Anda berhak memutuskan hubungan harmonis si kecil dengan ayah atau ibu kandungnya, hanya karena memutuskan berpisah. Pernikahan bukan hanya milik Anda berdua, tapi juga milik sang buah hati. Anak tidak boleh memilih ayah atau ibunya saja. Dia harus dan sangat berhak memiliki Anda berdua secara utuh.

Pernikahan bukan sekedar cinta dengan hati berdebar-debar, namun saling belajar kedewasaan demi kebahagiaan anggota keluarga yang lain, baik pasangan maupun anak.

(Berbagai sumber)

SHARE