Hiperandrogen Merampas Ciri Kewanitaan

0
38

.Secara fisiologis, perempuan umumnya memiliki bentuk tubuh yang indah dan kulit halus. Itulah yang membedakannya dengan lelaki umumnya. Maka, bila Anda perempuan yang memiliki tubuh tegap dengan wajah ditumbuhi bulu-bulu yang cukup lebat, mungkin mengalami Hiperandrogen.

Setiap manusia memiliki hormon yang mengatur fungsi tubuh. Pada perempuan, seharusnya hormon estrogen lebih dominan. sedangkan lelaki didominasi hormon androgen atau testosteron. Namun ada kalanya ketidakseimbangan hormonal ini dialami sebagian perempuan.

Bisa saja hormon androgen dimiliki perempuan secara berlebihan. Meski jumlahnya sangat sedikit, androgen bisa sangat mempengaruhi dalam pengaturan fungsi tubuh perempuan. Terutama dalam proses pembentukan hormon reproduksi, mempertahankan libido, serta menimbulkan rasa nyaman.

Perempuan dengan kelebihan hormon androgen disebut hiperandrogen. Ciri fisiknya sebagai perempuan pun jadi tidak terlihat jelas lagi. Lekuk tubuh yang indah berubah menjadi tonjolan otot yang maskulin. Kulit wajah yang semula lembut dan mulus, bisa tampak sangat berminyak, serta tumbuh jerawat dan komedo.

Selain itu terjadi penumbuhan rambut yang tidak normal menyerupai pola laki-laki. Pertumbuhan bisa di wajah (kumis, jenggot, atau cambang), dada, punggung atas, perut, bagian dalam paha, serta punggung jari-jari kaki, lengan, dan daerah kemaluan. Ada pula yang diikuti dengan membesarnya suara.

Dampak lain hiperandrogen pada perempuan yang juga mengganggu adalah adanya hipertrofi atau pembesaran klitoris, bagian yang paling sensitif pada perempuan. Ada pula yang payudaranya mengecil, menyusul rendahnya kadar hormon estrogen pada tubuhnya.

Meskipun belum ada penelitiannya di Indonesia, prevalensi kasus Hiperandrogen diperkirakan mencapai 10%-20% pada perempuan usia reproduksi. Untuk mengatasi gejala akibat hiperandrogen, dokter memberikan obat yang berpotensi antiandrogenik, seperti Cyproterone acetate (CPA).

Memulihkan tubuh yang terganggu oleh ketidakstabilan hormon tentu membutuhkan waktu yang tidak sama pada setiap orang. Dokter pun terkadang memerlukan kerja sama dengan tenaga medis lainnya.

Untuk pasien yang mengalami dampak hiperandrogen berupa kegemukan misalnya, Friza menyarankan adanya pendamping dari ahli gizi. Meski sangat mengganggu, Hiperandrogen bisa disembuhkan. Pengidapnya dapat sembuh total dan kembali menikmati hidup sebagai seorang perempuan tulen

(berbagai sumber)

SHARE