Perlakukan Aku Sebagai Anak, Bukan Anak Kecil

0
30

.Wibawa orangtua harus selalu dijaga di depan anak-anaknya agar anak selalu segan dan hormat kepada mereka. Rasa segan dan hormat inilah yang ingin dipupuk orangtua dalam diri Anda sejak kecil agar Anda selalu mematuhi apapun yang diperintahkan orangtua.

Baik ayah maupun ibu selalu menginginkan yang terbaik bagi Anda, anaknya. Berperan menjadi role model, mereka pun menyalah gunakan posisi senior mereka dengan memberikan doktrin, bahwa orangtua tidak pernah salah. Mereka lupa, bahwa tidak ada gading yang tak retak.

Sejak kecil sikap otoriter orangtua mengekang dan membatasi diri Anda untuk menjadi diri sendiri. Bahkan hingga dewasa, sikap ini masih terus berlangsung. Anda hanya diperbolehkan menikah dengan pasangan hidup yang telah ditunjuk mereka. Tidak hanya itu, saat telah memiliki anak pun, Anda tidak berhak menentukan sekolah tempat si kecil menuntut ilmu. Kakek-neneknyalah yang memutuskan hal itu.

Siapa bilang Anda tidak punya hak? Sejak kecil, Anda memiliki hak untuk berpendapat dan bersuara. Memang benar, saat masih kecil, Anda harus mengikuti dan mematuhi peraturan keluarga – dalam hal ini orangtua – karena Anda masih menumpang tinggal di rumah mereka. Tapi ini bukan berarti, mereka boleh menutup mulut Anda.

Hingga dewasa, orangtua masih saja memperlakukan Anda sebagai anak kecil. Alasannya sederhana, Anda tidak pernah menunjukkan dan menyadarkan mereka, bahwa Anda ada dan keberadaan Anda juga perlu dipertimbangkan, termasuk perasaan, cara pandang, dan pemikiran Anda.

Sejak lahir, seseorang sudah berhak menjadi seorang individu yang juga dihargai dan diakui keberadaannya. Semakin lama Anda tidak ‘menampakkan diri’, semakin orangtua yakin, bahwa Anda tidak akan pernah bisa hidup sebagai individu tunggal yang dapat diperhitungkan.

Masa kecil tidak dapat diputar kembali. Kini mulailah galang keberanian. Bila berbeda pendapat dengan orangtua, cobalah berani menyatakan suara dari sisi yang berbeda. Segalak apapun dan sekeras apapun reaksi mereka nanti, tidak perlu takut. Hal itu hanyalah refleksi keangkuhan mereka sebagai orangtua yang tidak pernah disanggah oleh anak mereka. Jangan cuma memberikan pendapat dengan tegas, namun berikan juga alasan yang masuk akal.

Seiring berjalannya waktu, orangtua akan mulai sadar. Mata mereka akan terbuka dan dapat melihat bahwa pendapat Anda benar dan alasan Anda masuk akal, layaknya orang dewasa pada umumnya. Dengan ini mereka tidak akan lagi menganggap Anda sebagai anak kecil. Ingat, untuk memulai hal tersebut, diperlukan sebuah ‘gebrakan’ kecil dari Anda. Bukan untuk menantang orangtua, melainkan untuk menunjukkan, bahwa Anda juga berhak berpendapat dan memutuskan sesuatu.

Orangtua memang tetap harus memperlakukan Anda sebagai anak, namun bukan anak kecil. Beda, lho.

(Berbagai sumber)

SHARE