Topman Design Fall 2011: The Geeky Old London

0
29

.Hal menarik lain yang muncul di London Fashion Week adalah kehadiran Topman sebagai brand tunggal yang menunjukkan perkembangannya dengan cermat, tak sekedar sebagai bayang-bayang Topshop. Topman membuktikan bahwa dalam high-street label sekalipun, pakaian pria bukanlah sekedar pelengkap melainkan harus memiliki panggung sendiri untuk ditampilkan secara keseluruhan. Terinpirasi dari London di era silam, Topman Design yang merupakan label premium yang didirikan beberapa tahun lalu ini berhasil bersinar dengan keunikan dan minimalitasnya.

Berbeda dengan koleksi Topshop Unique yang penuh dengan gaya 1930-an yang quirky, Topman Design menampilkan nuansa tahun 1940-an dengan segala kelengkapanya yang jauh dari kompleksitas. Blazer dan mensuit berbahan tweed, trench coat dengan aksen fur pada bagian kerah, rolled-up pants, mini scarf bermotif, turtleneck sweaters dan chunky buckled shoes merajai runway dengan indahnya. Skinny belt yang dikombinasikan dengan high-waist pants dan kemeja bermotif flamboyan atau fitted cardigan sangat menampakkan sisi geeky dan membawa kita pada sinema klasik hitam-putih. Dilengkapi dengan rambut super klimis dan patent handbags yang mewah, Topman Design memastikan konsepnya matang sekaligus mudah mencuri hati para pria yang senang tampil dapper dan siap menjadi pusat perhatian.

Keputusan Topman untuk fokus ke Topman Design di musim ini memang patut diacungi jempol. Rasanya perusahaan raksasa yang tergabung dalam Arcadia Group ini cukup piawai untuk memberi titik perhatian baru tanpa mempengaruhi investasi mereka untuk Man dan label lain dalam satu naungan. Keseimbangan inilah yang membuat mereka terus maju, dan Topman Design akan terus dibangun sebagai salah satu label unggulan dari sebuah rumah mode sukses yang berupaya menembus toko-toko global berkredibilitas tinggi.

Desain canggih khas London dan pemasaran yang cerdas, siapa yang tak kagum?

(Berbagai sumber)

SHARE