Konser Hangat dari Tangan Dingin 'Sang Maestro' Erwin Gutawa

0
69

.Jakarta – Sabtu, 26 Februari 2011 tadi malam, Jakarta Covention Center penuk sesak akan pecinta musik Indonesia. Kompas Gramedia Production bekerjasama dengan Dyandra Promosindo – selaku promotor – menggelar sebuah konser akbar bertajuk “A Masterpiece of Erwin Gutawa”. Konser ini memamerkan karya-karya terbaik dari kepiawaian seorang musisi, komposer, arranger, orkestrator, conductor, dan produser, Erwin Gutawa (48) yang telah melanglang buana dalam industri musik selama lebih dari dua dekade terakhir. Masterpiece tersebut terbagi menjadi tiga bagian.

Kejeniusan Erwin dan Indra Yudhistira, sang konseptor, menggebrak dengan menampilkan musikalitas sentuhan etnik Bali pada awal acara. Menjilat Matahari dibawakan dengan cantik oleh duet Lea Simanjuntak dan Gabriel B. Harvianto. Lagu ciptaan Yockie S. Prayogo, mantan personel God Bless, ini dengan apik sukses menggetarkan hati para penonton. Atmosfer etnik pada bagian pertama konser tidak berhenti di situ. Once membawakan ‘Simphony yang Indah’ dengan balutan aransemen sang maestro yang sempat dianugerahi penghargaan Penata Musik Pop Terbaik (AMI 2010). Magnificent!

Rockestra pun tak kalah menarik. Untuk menghidupkan nyawa rock di atas panggung, Erwin menggandeng grup band Kotak. Dengan Beraksi, Tantri, Cella, dan kawan-kawan berhasil memeriahkan syahdunya ruang konser semalam. Dijamin mata tak akan berkedip mengagumi kesempurnaan perpaduan orkestra dan musik rock tersebut. 

Tanpa henti, Erwin Gutawa terus menghidupkan konser dengan mempersilakan empat basis kawakan yang besar dalam empat generasi berbeda (Yance Manusama, Indro Hardjodikoro, Barry Likumahuwa, Fajar Adi Nugroho) untuk beradu betotan bas di atas panggung dalam waktu yang bersamaan. Sandhy Sondoro menyusul di belakang, dengan suara khas serak-serak basahnya, menyanyikan sebuah single lama ‘Why Do You Love Me’. Aura cinta dilengkapi dengan pemberian ‘Bunga di Tepi Jalan’ oleh Sandhy. ‘Bunga’ ini diterima dan disambut baik oleh penonton dengan tepuk tangan yang mengiringi sesuai tempo per ketuk.

Total 60 paduan suara, 40 penari, dan lebih dari 20 musisi ternama dikerahkan di sini. Kurang lebih 250 seniman ‘berjubel’ di JCC malam ini. Selain yang sudah disebutkan di atas, musisi lain yang terlibat di antaranya adalah Iwan Fals, Rossa, Dira Sugandi, Afgan, Vidi Aldiano, Eka Deli, para pemeran musikal Laskar Pelangi, dan masih banyak lagi.

Hanya dalam jangka waktu tiga jam, para seniman pilihan ini dapat tampil membagikan keindahan hampir 50 lagu  secara maksimal! Gita Gutawa membawakan lagu ‘Mau Tapi Malu dan Sempurna’, berurutan secara medley. Aksinya yang terakhir sebagai artis ini sungguh memikat penonton. Gita akan meninggalkan dunia panggung dan fokus menghadapi ujian SMA. Anak semata wayang Erwin Gutawa ini mulai menuju kedewasaan.

Saat menyanyikan ‘Tak Kuduga’, yang diciptakan oleh sang ayah saat masih berpacaran dengan ibunya, Gita sempat mengeluarkan kalimat menggelitik lucu, “Kalau aku nanti pacaran, aku juga boleh, ya, Pa, bikin lagu?” Sontak penonton pun tertawa geli mendengarnya.

Melihat keberhasilan acara ini, jangan memuji kehebatan para musisi Indonesia! Dengan rendah hati, Erwin mengaku di tengah acara, “Awalnya saya pikir saya akan bangga dapat mengumpulkan sekian banyak artis hebat di sini. Tapi ternyata saya salah. Hal yang membanggakan hanya satu, yakni kehadiran Anda semua (penonton) malam ini.”

Bravo Erwin Gutawa! Sampai jumpa dalam karya-karya hebat Anda berikutnya!

(Ghiboo)

SHARE