Rote… Rote…

0
51

.Konon katanya Pulau Rote mendapatkan namanya dari sebuah tragedi yang menimpa rombongan prajurit Portugis. Di suatu hari selepas badai yang mengamuk di Laut Sawu, sebuah kapal yang karam menyisakan sekelompok prajurit yang mencoba menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian. Terdampar di sebuah pulau yang tak mereka ketahui, para prajurit ini pun melanjutkan perjalanan meski tanpa tujuan. Dalam sebuah kesempatan, mereka berpapasan dengan seorang petani yang merupakan penduduk lokal. Demi melihat serombongan makhluk berkulit putih yang seumur hidupnya belum pernah dia temui, petani inipun kaget bukan kepalang. Sambil berlari, tergagap-gagap dia berkata, “Rote… Rote…? Sejak saat itu jadilah pulau ini bernama Rote.

Kepulauan Rote, sering juga disebut sebagai Pulau Roti, adalah sebuah gugusan pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, di bagian selatan Indonesia. Meskipun memiliki koleksi 96 buah pulau, namun hanya enam saja yang dihuni manusia. Mereka adalah Pulau Usu, Pulau Nuse, Pulau Ndao, Pulau Landu, dan Pulau Do’o, dengan Pulau Rote sebagai terbesar (luasnya hampir 1280,10 Kilometer, kira-kira tiga kali luas Surabaya sekaligus teramai di kawasan Kepulauan Rote.

Lontar adalah salah satu identitas kawasan ini. Dari daerah Ba’a hingga Busalangga (kurang lebih 12 Kilometer) terdapat ribuan pohon lontar di kiri-kanan jalan. Helai daunnya yang meliuk diantara terpaan angin seolah-olah menarikan ucapan selamat datang. Pohon berbatang tunggal, berdaun namun tak bercabang ini adalah salah satu sumber penghidupan warga lokal. Dari nira lontar, mereka membuat gula lempeng, gula semut, gula air, dan tuak sopi. Sedangkan dari anyaman daun lontar, nada yang merdu tercipta melalui alat musik Sasando. Anyaman daun lontar juga dapat berubah menjadi sebuah topi yang menawan (nyaris seperti topi penggembala Meksiko) dan tentu saja digunakan untuk membuat atap rumah.

Meskipun terpencil, namun pesona alamnya seperti tak ada habisnya. Kain tenun dan rumah adatnya, serta uas dan damainya padang savana yang dihiasi ringkik dan derap kuda, dan tak ketinggalan ombak laut Rote yang penuh semangat dan gelora, magnet alami bagi penunggang ombak di seluruh sudut dunia.

Kunjungi dan nikmati keindahan Pulau Rote melalui Kupang. Jika Anda di Flores atau Pulau lainnya di Nusa Tenggara Timur, arahkan perjalanan ke Kupang (dengan perahu ataupun pesawat) dan kemudian lanjutkan perjalanan ke Pulau Rote dengan menumpang kapal. Untuk semua ombak dan keindahan alamnya, Pulau Rote lebih dari layak untuk mendapatkan kunjungan Anda.

(Berbagai sumber)

SHARE