Cara Berteman dan Berbicara Dengan Orang Dewasa

0
388

.Beberapa anak cenderung lebih suka berbicara dengan orang dewasa. Mungkin mereka merasa lebih nyaman dan dimengerti saat berbicara santai dengan orang yang jauh lebih tua dari mereka. Si kecil mulai menjadikan dan menganggap orang tersebut sebagai teman atau sahabat barunya.

Tidak ada salahnya berteman dengan orang dewasa. Namun Anda harus mengawasi, memperhatikan, dan memastikan, bahwa segala pembicaraan yang mereka lakukan masih pantas dilakukan oleh seorang anak kecil.

Biarkan anak bersikap bersahabat padanya. Akan tetapi, Anda juga harus mengajarkannya untuk tetap sopan dan menaruh hormat pada orang tersebut. Contoh, bila dengan teman sebayanya, ia bisa menyentuh kepala temannya, maka hal ini tidak boleh dilakukan pada orang dewasa tersebut. Anak harus bisa menempatkan diri dan posisi dengan tepat. Berteman dan tetap menghargai orang yang lebih tua dalam waktu yang bersamaan.

Terkadang, anak bisa dekat dan cocok bercengkerama dengan teman sekantor Anda. Koreksi dirinya untuk menggunakan kata-kata dan kalimat yang halus dan pantas. Misal, hanya karena hubungan anak dan orang ini sudah dekat, bukan berarti si kecil bisa seenaknya berkata, “Eh, aku pinjam handphone-mu, ya!”

Buah hati tetap harus memanggilnya dengan sebutan ‘om’ atau ‘tante’. Untuk meminjam barang orang tersebut, anak harus berkata, “Om/tante, aku boleh pinjam handphone enggak?” Bagaimana? Hal ini terdengar jauh lebih sopan, bukan? Kalimat ini tetap terasa hangat bersahabat, namun tetap beretika.

Jangan larang anak berteman dengan orang dewasa. Pastikan saja, bahwa ia tetap berlaku dan bertutur kata dengan sopan terhadap orang tersebut dalam membicarakan topik-topik yang masih pantas dikonsumsi untuk anak seusianya.

(Berbagai sumber)

SHARE