Bantuan Materi Untuk Saudara Bukan Kewajiban

0
190

.Kebahagiaan dan kehidupan saudara kandung sedikit lebih menjadi tanggung jawab moral Anda sebagai kakak atau adiknya. Terlebih bila orangtua telah pensiun atau bahkan meninggal, maka kebutuhan saudara akan materi akan banyak dibebankan pada Anda.

Sudah sepantasnya Anda membantu saudara yang sedang membutuhkan uang. Misal, adik atau kakak Anda belum mempunyai pekerjaan. Mungkin juga ia telah bekerja, namun penghasilannya tak seberapa. Hal ini membuatnya kerap meminta bantuan materi sejumlah ratusan ribu hingga jutaan Rupiah pada Anda.

Menyenangkan, bila bisa membantu meringankan beban saudara. Namun kini, Anda telah menikah. Selain keluarga yang terdiri dari kakak, adik, dan orangtua, Anda sekarang telah membentuk dan memiliki keluarga sendiri. Ya, keluarga yang tercipta setelah menikah dengan pasangan, yang kini juga lengkap dengan kehadiran seorang bayi mungil, setelah Anda melahirkan seorang anak hasil buah cinta Anda dengan pasangan.

Semenjak memiliki keluarga sendiri, Anda harus lebih bertanggung jawab pada suami atau istri dan anak-anak. Saudara Anda harus mengerti bahwa Anda mempunyai keluarga baru yang harus diurus. Mungkin akan terdengar jahat, namun pada kenyataannya saudara Anda sudah mampu untuk mencari nafkah sendiri. Dia sudah dewasa. Bila kelak ia berkeluarga, maka kesulitan ekonomi keluarganya sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya, bukan kewajiban Anda lagi untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

Setelah berkeluarga, peran Anda terhadap kehidupan pribadi saudara adalah ‘membantu’ seikhlasnya, bukan bertanggung jawab. Kakak atau adik Anda tidak boleh marah menyikapi hal ini, karena masing-masing dari Anda telah memiliki tanggungan sendiri-sendiri. Berbeda halnya, bila adik masih di bawah umur. Hukum pun belum mengakui keberadaannya sebagai individu, maka dia memang harus menjadi ‘beban’ Anda hingga cukup umur.

Tidak perlu dianggap tidak berperasaan. Apa yang Anda lakukan sudah benar. Anda tidak bisa terus-menerus membantu perkonomian saudara. Selain membantu saudara bersikap mandiri secara finansial, keluarga ‘baru’ Anda pun layak untuk diprioritaskan.

(Berbagai sumber)

SHARE