Perempuan Arab Saudi Terlantar dan Dipisahkan dari Anaknya

0
47

.Salma, seorang perempuan dari Arab Saudi yang kini berusia 30-an, hidup terlantar seorang diri. Dia berpindah-pindah dari satu mesjid ke mesjid lain dan ke taman-taman untuk beristirahat dan berteduh, karena tidak mempunyai tempat tinggal.

Dilansir dari Emirates, sebelumnya, ia sempat dipenjara selama enam bulan, karena pergi dan berusaha melindungi dan membawa anak-anaknya setelah bercerai dari suaminya. Ia kabur ke rumah orangtuanya dan mengasuh keenam anaknya (4 perempuan, 2 laki-laki) di sana selama tiga tahun. Malang, haknya sebagai seorang ibu tidak berarti apa-apa, karena ia harus masuk bui setelah menolak menyerahkan anak-anak kembali kepada mantan suaminya tersebut. Salma pun kabur dari rumah keluarganya setelah ayahnya berniat menjualnya kembali kepada seorang laki-laki seharga SR 100 ribu.

Nasib buruknya ini merupakan pukulan bertubi-tubi yang kesekian kalinya dalam hidup Salma. Semua berawal saat ia berusia 13 tahun. Salma mengatakan, bahwa dirinya dijual sang ayah dengan dipaksa menikah dengan seorang pria tua berumur 60 tahun. Mahar sebesar SR 250 ribu (US$ 68 ribu) ‘mengesahkan’ praktek jual-beli tersebut. Pria tersebut membawanya ke Madina dan mengumpulkannya bersama ketiga istrinya yang lain. Dalam pernikahan yang berlangsung selama 17 tahun itu, Salma kerap disiksa dan mengalami perlakuan buruk sang mantan suami.

Keinginannya sekarang hanyalah untuk berkumpul kembali bersama anak-anaknya. Sayang, hal itu belum bisa terwujud. Hanya dari kejauhan, Salma sering diam-diam melihat anak-anaknya saat pergi dan meninggalkan sekolah. Ironisnya, dia melihat sering terdapat bekas luka kekerasan di tubuh anak-anaknya setelah mereka di bawah pengasuhan sang ayah.

“Aku bisa melihat dengan jelas banyak bekas luka di tubuh mereka. Menurutku mereka disiksa di rumah,” kata Salma.

Kemalangan Salma menarik simpati aktivis HAM Saudi di Mekkah. Mereka bersedia membantu Salma mendapatkan kembali buah hatinya, bila Salma berani datang dan membuktikan kepada mereka bahwa anak-anak tersebut telah menjadi obyek penyiksaan ayah mereka. Mereka dapat melaporkan hal ini pada polisi. Perlindungan terhdap Salma dan anak-anaknya pun akan mereka berikan.

Pertanyaannya, akankah hukum di negara tersebut berpihak pada seorang ibu (baca: perempuan), sedang pelecehan terhadap anak perempuan wajar dan dibiarkan terjadi di banyak keluarga di sana?

(Berbagai sumber)

SHARE