PSSI Akan Kunjungi KONI dan Nurdin Halid Tidak Boleh Menjabat Lagi

0
27

.Hubungan yang kurang harmonis antara PSSI dan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) serta Kantor Menegpora akan segera ditindak lanjuti pada pertemuan esok, 4 Maret di gedung KON.

PSSI akan bersilaturahmi dengan pimpinan KONI di gedung KONI Pusat, Senayan. “PSSI sudah menerima undangan melalui surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum KONI, ibu Rita Subowo. Kami akan bertemu selepas shalat Jumat,” jelas Sekjen PSSI, Nugraha Besoes.

Kisruh berawal dari tidak lolosnya Arifin Panigoro dan George Toisutta dalam pencalonan ketua umum PSSI, dan Komite Pemilihan Exco PSSI 2011-2015 yang hanya meloloskan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie.

Hal inilah yang dipertanyakan Menegpora dan KON, melihat kedua tokoh tersebut memiliki dedikasi tinggi terhadap sepak bola nasional. Hasil ini juga menyebabkan munculnya demo-demo anti Nurdih Halid dan restrukturisasi total PSSI.

Dalam surat FIFA yang ditandatangani oleh Sekjen FIFA Jerome Valcke, pernyataan Menegpora itu bisa dikategorikan sebagai sebuah bentuk penekanan dari pemerintah. PSSI sendiri tidak pernah secara terbuka menyatakan bahwa Menegpora telah melakukan sebuah intervensi. Hal ini juga diutarakan oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dalam dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI, Selasa lalu.

“Sampai saat ini PSSI tidak pernah mengeluarkan statemen resmi bahwa Menegpora telah melakukan sebuah intervensi,” jelas Ketua PSSI, Nurdin Halid, kemarin.”

Walaupun demikian, Menpora Andi Mallarangeng telah meminta Dubes RI untuk Swiss, Djoko Susilo menjadi wakil pemerintah untuk menjelaskan kronologis masalah sepakbola yang terjadi di Indonesia kepada Federation International Football Association (FIFA) yang bermarkas di Zurich, Swiss.

Setelah tekanan dari Publik dan Pemerintah, PSSI melalui Komite Bandingnya memutuskan untuk membatalkan seluruh keputusan Komite Pemilihan.

Nugraha Besoes mengatakan,”Keputusan Komite Banding itu kan final dan mengikat. Kita tak bisa tetap melaksanakan Kongres pada 26 Maret sebab calon-calon Exco-nya tidak ada, karena sudah digugurkan oleh Komite Banding. Dengan demikian kita harus mempersiapkan seluruh proses menuju Kongres dari awal lagi.”

Hasil keputusan tersebut telah dikirim ke FIFA, Senin (28/2) dan kini tinggal menunggu jawaban FIFA atas permintaan PSSI agar tidak menjatuhkan sanksi serta sekaligus tentang pelaksanaan Kongres mendatang inilah yang masih ditunggu oleh PSSI.

“Saya kira surat resmi dari FIFA ini baru akan turun setelah Sidang Komite Eksekutive yang berlangsung Rabu dan Kamis ini di Zurich,” jelas Nugraha Besoes

Nugraha Besoes membantah bahwa FIFA sudah mengirim surat balasan ke PSSI pada Rabu pagi, yang isinya antara lain mengabulkan permintaan PSSI agar tidak menjatuhkan sanksi, serta tentang kriteria pencalonan Exco PSSI 2011-2015.

Kabar terbaru menginformasikan, bahwa FIFA telah merekomendasikan bahwa Nurdin Halid tidak mungkin untuk dipilih kembali saat masa jabatannya berakhir bulan ini, kata sumber dekat dengan Komite Asosiasi FIFA seperti dikutip situs Worldfootballinsider, Kamis.

Dalam kode etik FIFA, mereka yang sudah telah menjalani hukuman penjara memang dilarang untuk kembali memegang kekuasaan dalam keorganisasian.

FIFA dalam hal ini memahami situasi yang sedang berlangsung di Indonesia dan akan membahasnya lebih lanjut di Rapat Komite Eksekutive (Exco) FIFA yang berlangsung di Zurich, Swiss, pada Rabu dan Kamis waktu setempat. Rapat Exco FIFA ini langsung dipimpin oleh Presiden FIFA, Joseph Sepp Blatter.

(Berbagai sumber)

SHARE