Java Jazz Festival Day 2 (part 3)

0
60

.Pada penghujung akhir malam di hari kedua penyelenggaraan Java Jazz Festival, pengunjung semakin diberikan banyak pilihan untuk menghabiskan akhir pekan. Pada Hall Semeru, ada pertunjukan yang sangat menarik dari New York Voices & Ron King Big Band. Kolaborasi antara grup vokal pemenang Grammy dengan musisi penerima Java Jazz Hall of Fame ini mampu membuat lantai enam JiExpo ini penuh antrian.

New York Voices & Ron King Big Band muncul telat dari jadwal semula. Hal ini dikarenakan keterlambatan mereka saat masih berada di Hong Kong sebelum akhirnya meluncur ke Java Jazz dan sesi rehearsal mereka dengan Ron King Big Band membutuhkan waktu yang lebih lama. Tapi pengunjung tidak mempermasalhkan hal tersebut dan menikmati penampilan kolaborasi dahsyat ini dengan beberapa lagu dengan motown sound seperti Don’t Be That Way.

Masih pada lantai yang sama, kali ini di Hall Lawu 1 muncul juga penampilan langka suatu proyek yang bernama The Husbands & Wifes. Sebuah proyek duet para pasangan suami istri yang berisi pasangan Otti dan Yance serta Endah dan Rhesa. Mereka berempat ditambah musisi pengiring memainkan lagu-lagu barat yang mereka cover ulang. Endah untuk pertamakalinya setelah sekian tahun, kembali bermain gitar elektrik diatas panggung. Sementara Rhesa juga untuk pertama kalinya mengeluarkan suara dengan bernyanyi membantu suara latar.

Sementara di Java Jazz muncul performer terakhir untuk malam itu. Ada Pitoelas Big Band yang kompak mengenakan seragam batik dan memainkan beberapa komposisi lagu yang menghibur pengunjung di area sekitar pintu utama. Dari Stage Kementrian Pariwisata ada kolaborasi seru antara Dwiki Dharmawan dengan beberapa musisi seperti Dira Sugandi, Syahrini hingga Tyo Pakusadewo. Seru melihat Tyo Pakusadewo bernyanyi diatas panggung dan menirukan persis suara Louis Armstrong dengan lagu What a Wonderful World.

Suasana Hall D1 pada Java Jazz Festival kali ini menjadi sangat meriah dan anda seperti diajak berwisata ke karibia. Sambut Juan de Marcos & Afro Cuban All Stars. Juan de Marcos Gonzales dan band yang dipimpinnya membawakan musik dengan irama bolero, chachacha dan salsa. Uniknya, ditengah-tengah pertunjukan, pengunjung seperti membuat lingkaran yang ditengahnya diisi pasangan-pasangan yang bernari salsa. Salsa Pit, kalo bisa disebut seperti halnya Mosh Pit untuk pertunjukan musik punk/metal, meriah!

Pada Hall A2 tampil band yang pastinya menjadi favorit anda, Maliq & D’Essential. Seperti biasa Maliq membawakan lagu-lagu yang bisa anda nyanyikan diluar kepala. Yang berbeda adalah kostum yang dikenakan para personilnya. Kalau biasanya mereka tampil rapih, sekarang mereka mengenakan pakaian dengan kostum rock n’ roll 60an seperti yang bisa anda saksikan pada film Grease. Benar saja, pada beberapa lagu akhir mereka memasukan beberapa sampling lagu yang menjadi soundtrack Grease dengan lagu mereka. Ditambah tampilnya featured rapper dari grup Boogieman yang masih dalam satu label dengan Maliq & D’Essential.

Secara keseluruhan, pengunjung mulai meninggalkan JiExpo Kemayoran dihari kedua ini sekitar pukul dua dini hari. Tapi bagi anda yang masih ingin datang atau baru akan datang pada hari ketiga (Minggu, 6 Maret) jangan lupa kalau Java Jazz Festival akan mulai lebih awal. Simak Ghiboo untuk update Java Jazz Festival berikutnya.

(Ghiboo)

SHARE