Anak Mulai Tertarik Lawan Jenis

0
46

.’Permasalahan’ remaja yang paling meresahkan adalah dalam hal pubertas. Buah hati yang kini berumur 11 tahun tidak bisa berhenti membicarakan mengenai teman laki-lakinya yang tampan dan keren di sekolah. Bagus, karena ini berarti di antara Anda berdua terjadi komunikasi terbuka tanpa rasa malu. Dengarkan saja seluruh ceritanya. Katakan bahwa tidak apa bila dia (anak) sudah mulai menyukai anak laki-laki. Tapi tidak lebih dari itu, karena dia masih terlalu kecil untuk melangkah ke hal lain yang lebih besar.

Mulai umur 10-15 tahun, hormon di dalam tubuh akan membuat anak kecil menjadi perempuan dan laki-laki muda. Anak akan mulai melihat temannya sebagai lawan jenis yang menarik dan patut ‘dimangsa’. Tapi tenang, kesukaannya pada teman sekelasnya tidak akan melebar hingga ke arah seks. Tidak juga masalah berciuman. Ini sekedar rasa suka. Anak tidak akan kencan di masa-masa seperti ini. Apabila memang kencan, bukan seperti kencan pergi ke luar rumah layaknya orang dewasa lainnya, namun kencan sederhana seperti bertemu saat jam istirahat di kantin sekolah, saling memberikan kata-kata manis di atas secarik kertas yang diberikan berantai saat jam pelajaran di kelas, dan masih banyak lagi cara kencan ala ABG.

Umur-umur rawan seperti ini harus banyak diimbangi dengan pembicaraan dengan Anda sebagai orangtua untuk memagari. Mulailah membicarakan ‘biologi’. Bicarakan mengenai bagaimana anak laki-laki itu bisa terlihat sangat menarik di mata sang buah hati. Berikan segala informasi dan pedoman mengenai ‘persahabatan’ dengan laki-laki. Berusahalah selalu memimpin dan selangkah di depan anak dalam perbincangan tersebut. Berikan saran mengenai cara memilih teman, memilih pacar, dan suami kelak.

Nilai seksual menjadi hal penting di sini. Semakin sering Anda membicarakan isu ini dengan anak tanpa perasaan tabu ataupun malu, semakin besar kesempatan Anda mengembangkan nilai-nilai moral yang kuat dan sehat padanya.

Jangan lupa pula untuk menyuguhkan berbagai macam aktifitas untuk buah hati, agar dia dapat tetap sibuk dan memikirkan hal lain selain lawan jenis. Ya, sibukkan dirinya dengan hobi, olahraga, kegiatan club di sekolah, dan lain-lain. Bagaimanapun juga dia masih anak-anak. Hubungan percintaan atau seksual tidak boleh mendapat porsi yang lebih banyak dibanding kegiatan akademis.

(Berbagai sumber)

SHARE