Barry Likumahua Project Membakar Nasionalisme

0
29

.Penampilan Barry Likumahua Project di hari pertama Java Jazz Festival kemarin ternyata berbarengan dengan release-date album kedua dari BLP. Album berjudul Generasi Synergi sudah bisa anda dapatkan di toko kaset dan album ini membuat BLP dengan format baru. “Hari ini (4 Maret) bertepatan dengan release-date album kita yang kedua, Generasi Sinergi, udah ada di toko kaset juga,” Barry menambahkan kalo BLP sekarang sudah sebagai sebauh band yang solid dengan personil yang tetap, berbeda dengan album pertama, Good Spell, dimana Barry Likumahua ‘dibantu’ dengan teman-teman dalam pengerjaan albumnya “Yang beda adalah ini bener-bener uda jadi band yang tetap,” ungkap Barry kepada Ghiboo.

Karena sudah menjadi sebuah band, maka bila anda mendengar ada banyak vokalis di album pertama, maka di album Generasi Synergi ini anda hanya akan mendengar suara dari sang vokalis, Matthew Sayers. Matthew akan mendapatkan porsi bernyanyi yang lebih banyak. Akan ada enam lagu dimana Matthew akan bernyanyi karena sisanya akan menjadi musik instrumental. Generasi Synergy juga akan menghadirkan Pandji dan Park Drive untuk berkolaborasi. BLP juga akan bereksperimen dengan memasukan unsur alat musik Tifa dari Ambon dan merekam lagu mereka dengan format semi-life.

Kolaborasi BLP dengan Pandji dan Park Drive juga merupakan salah satu sinergi BLP dengan musisi lain. Generasi Synergi merupakan album dimana BLP ingin mengajak anda untuk siap untuk berkolaborasi dengan apa saja dan siapa saja diluar lingkungan anda. Tema album Generasi Synergi ini juga mengangkat isu Nasionalisme. Selain mengajak anda untuk siap berkolaborasi, BLP ingin membakar rasa nasionalisme anda dengan cara yang fun. “Tema yang kita angkat kan Generasi Sinergi dan liriknya membahas Nasionalisme. Kita ngga mau jadi orang-orang yang sok nasionalis, kita pengen ngebakar semangatnya aja. Kita nyampein dengan gaya yang fun dan nunjukim kalo kita cinta banget sama Indonesia,” aku Barry.

Isu nasionalisme yang coba disampaikan BLP melalui musik, diharapkan bisa lebih mudah diterima oolah masyrakat. BLP menyadari bahwa musik mempunyai fungsi yang signifikan dalam menyampaikan suatu pesan. Henry Budidharma, gitaris BLP mengatakan, “Musik masih punya kekuatan karena buat kita musik itu universal banget, ‘mempengaruhi’ orang paling gampang lewat musik,” Barry menambahkan, “Mudah-mudahan musik bisa jadi obat buat orang yang lagi stres menghadapi kehidupan di Indonesia”.

Selain tema nasionalisme, album Generasi Synergi juga masih menyisipkan tema asmara dan ada satu lagu yang dibuat untuk mengenang salah satu teman mereka yang pada bulan Agustus kemarin meninggal dunia. Melalui album ini BLP juga mempunyai suatu misi yang dimulai dari dunia pendidikan. “Kita lagi mau menjalani suatu misi yang memang berhubungan dengan dunia pendidikan. Rencananya kita akan ada tur kampus-kampus, kita akan membawa message Generasi Sinergi kita disitu”.

Barry Likumahuwa (Bass Strings), Matthew Sayers (Vocal), Dennis Junio (Alto Saxophone), Jonas Wang (Drum dan Percussion), Henry Budidharma (Guitar) dan Doni Joesran (Synthesizer dan Keyboard) bersama Barry Likumahua Project sudah siap memberikan anda pilihan untuk mendengarkan album Generasi Synergi. Album kedua BLP yang ingin membakar semangat nasionalisme anda. 

(Ghiboo)

SHARE