BMW 520d, Babak Baru Sedan Bermesin Diesel

0
40

.JAKARTA – PT BMW Indonesia memang cukup berani dalam menghadirkan 520d ke dalam negeri. Pasalnya, mungkin mobil yang masuk dalam “keluarga” BMW Seri 5 ini merupakan satu-satunya sedan bermesin diesel di Tanah Air.

Soal mobil mewah bermesin diesel memang bukan barang baru di Indonesia. Beberapa pemegang merek sudah berani menawarkan kendaraan dengan tujuan konsumen high end bermodal mesin diesel. Kendala kualitas bahan bakar solar yang jelek rasanya sudah teratasi dengan keberadaan SPBU swasta yang menyediakan solar dengan oktan rekomendasi pabrikan kendaraan bermesin diesel tadi.

Ya, mesin diesel yang ditawarkan dewasa ini memang bukan lagi mesin diesel mirip Patas PPD ataupun Metromini/Kopaja. Sebab lewat mesin diesel yang diracik secara khusus telah terbukti mampu menghasilkan kadar emisi gas buang lebih rendah dari mesin bensin dengan konsumsi bahan bakar yang lebih irit, tapi di sisi lain tak meninggalkan karakter torsi besar yang selama ini menjadi ciri khas mesin-mesin diesel.

Kini yang menarik, BMW coba menghadirkan mesin diesel yang di Indonesia lazimnya hadir untuk mobil kategori SUV atau double cabin, maka sekarang ada pada sebuah sedan. Ini tentu menjadi sebuah langkah yang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, mesin diesel yang selama ini masih memiliki citra negatif karena karakter suaranya yang lebih kasar, diterapkan pada sebuah sedan yang pastinya harus menjunjung tinggi tingkat kenyamanan pengemudi dan penumpang di dalamnya.

Sebenarnya disejumlah negara maju sedan bermesin diesel memang sudah cukup wara-wiri di jalan raya. Tapi tentu perlakuan ini akan berbeda jika masuk ke Indonesia. Konsumen di dalam negeri pasti butuh diberikan pemahaman ekstra agar timbul satu persepsi bahwa sedan bermodal mesin diesel bukan sesuatu yang tabu atau patut dihindari.

Sekarang yuk coba kita tengok kekuatan dari BMW 520d. Sedan Jerman ini memiliki kapasitas mesin 1.950 cc 4 silinder dengan teknologi turbocharger. Menurut klaim pabrikan, 520d mampu memproduksi tenaga hingga 184 hp pada 4.000 rpm dengan torsi puncak hingga 380 NM di putaran 1.900-2.750 rpm. Kala diajak berakselerasi 0-100 km/jam, maka 520d hanya butuh 8,1 detik dengan kecepatan maksimum yang bisa tembus hingga 230 kpj.

Itu saja kehebatan 520d? Tunggu dulu! Bila diperhatikan secara detil, ternyata 520d memiliki bok mesin yang terbuat dari aluminium yang terkenal ringan tapi kuat. BMW juga menjejalkan sistem ijeksi common-rail yang diracik khusus dan turbocharger dengan geometri variable turbin. Sistem ini dipercaya mampu melonjakkan tenaga mobil meski putaran mesin masih berada di rpm rendah. Efeknya tentu pedal gas tak perlu diinjak lebih dalam untuk mendapatkan tenaga yang maksimal sehingga pemakaian bahan bakar juga bisa ditekan.

Dari hasil pendataan yang dilakukan BMW, 520d hanya memproduksi emisi gas buang CO2 sebesar 129 g/km. Sementara konsumsi BBM pada pemakaian di dalam kota mencapai 20,4 km/liter. Ini tentu menjadi sebuah catatan efisiensi bahan bakar yang menakjubkan untuk kategori mesin 2.0 liter dengan teknologi turbo.

Lantas apakah penggunaan mesin diesel ini mengurangi kenyamanan 520d? Pastinya Anda salah jika berpikir demikian. BMW yang sudah piawai di industri kendaraan papan atas tetap mengunggulkan faktor kenyamanan siapa saja yang ada di dalam mobil ini.

Sebut saja misalnya keseluruhan jok, door trim dan plafon yang dibalit kulit, BMW Pro Radio, Bluetooth telecom readying, Impulsive Firmness Control+, Voyage Keep, AC dual-zone, 7-inch examine display dan iDrive serta masih banyak lagi kemewahan dari 520d yang pasti akan membuat Anda betah berlama-lama di dalamnya.

Kehadiran BMW 520d tentu menjadi babak baru sedan bermesin diesel di Indonesia. Siapa yang mau mengekor BMW?

(Ghiboo)

SHARE