Sakura dan Barcelona 'Milik' Fariz RM

0
60

.

Di panggung D2, hari terakhir Java Jazz Festival 2011, Fariz Rustam
Munaf atau yang akrab dengan sebutan nama “Fariz RM” menjadi musisi
lokal yang mengisi panggung utama pada pukul 17:45. Hadirnya para
penonton yang terdiri dari lintas generasi membuat musisi yang populer
tahun 80’an ini sangat terharu dan bangga.

“Saya bangga
bisa bermain musik untuk lintas generasi, Anda sangat luar biasa,” sapa
Fariz diawal pertunjukan.

Setelah lama tidak muncul di
panggung, Fariz yang berusia 50 tahun terlihat begitu semangat dan
menikmati setiap lagu yang ia suguhkan. Tiga lagu pembuka adalah
“Penari, Nada Kasih dan Sungguh”. Kehangatan suasana memambah
kelengkapan nostalgia penonton terhadap lagu-lagu Fariz.

Tidak
ketinggalan, hadir Erwin Gutawa yang sudah selama 31 tahun tidak pernah
bermain bersama Fariz lagi diatas panggung. Selain Erwin Gutawa  (Erwin
Gutawa Big Band), Barry Likumahua and Friend tampil juga sebagai musisi
pendukung aksi Fariz petang itu.

Ada hal menarik
disela-sela pertunjukan, Fariz mempersilahkan para penonton untuk
meminta lagu apa yang mau dibawakan berikutnya. Para penontonpun dengan
spontan meneriakkan 2 lagu yang sudah amat melekat pada diri Fariz. Ya,
Sakura dan Barcelona.

“Mengapa 2 lagu itu yang selalu ada
bersama saya, selama saya berada ada diatas panggung.” kata Fariz dengan
nada bergurau. Penontonpun tertawa dan tepuk tangan mengiringi senyum
Fariz yang begitu khas. 

“Tetapi tidak apa lah, sayapun
senang,” sahutnya dan tak lama lagu Sakura dinyanyikan bersama-sama oleh
Fariz dan penonton.

Di lagu terakhir yang berjudul
“Selangkah Keseberang” Fariz juga mengajak penonton untuk kembali
menyanyikan lagu bersama-sama dengannya. “Anda sangat luar
biasa, luar biasa sekali, terima kasih,” tutup Fariz diakhir lagu.

(Ghiboo)

SHARE