Awas Jangan Memangku Laptop!

0
48

.Betah berjam-jam mengoperasikan laptop sambil meletakkannya di atas pangkuan? Jika ini yang biasa kita lakukan, ada baiknya berhenti! Sebab baru-baru ini ditemukan kasus toasted skin syndrome yang bisa merujuk pada peradangan dan kanker kulit akibat panas yang dikeluarkan komputer jinjing tersebut.

Salah satu kasus dialami oleh mahasiswi di Virginia. Dr. Kimberley Salkey. Mahasiswi tersebut biasa mengoperasikan laptop selama 6 jam di atas pangkuannya. Mesin laptop dapat mengeluarkan panas yang membuat kulit berubah warna jika dilakukan dalam intensitas yang panjang. Dan semenjak tahun 2007, setidaknya 10 kasus serupa muncul.

Pada awalnya, panas yang dikeluarkan dari mesin laptop memang tidak berbahaya. Tapi jika terlalu lama dibiarkan akan membuat kulit kita seperti terbakar yang juga merusak sel-sel kulit. “Panas inilah yang diindikasikan dapat menyebabkan pertumbuhan sel-sel kulit menjadi abnormal atau biasa kita kenal sebagai sel kanker,” ucap Andreas Arnold dan Peter Itin, peneliti dari University Hospital Basel, Swiss.

Dan ketika di lihat di bawah miskroskop, kulit yang berubah warna itu memang mengalami perubahan struktur. Bahkan kondisinya masuk dalam kategori peradangan kulit.

Khusus pada laki-laki, mengoperasikan laptop berjam-jam di atas pangkuan bisa berisiko menyebabkan infertilitas. Sebab panas yang dikeluarkan akan menurunkan produksi skrotum.

Itu mengapa, kedua peneliti asal Swiss tersebut menyarankan agar kita menggunakan alas yang dapat menahan panas jika terpaksa harus mengoperasikan laptop di atas pangkuan selama berjam-jam. Tapi memang sebaiknya kita mengoperasikan laptop di atas meja yang tingginya bisa membuat kedua tangan kita nyaman mengetik. Tak hanya itu, pastikan layar laptop bisa terbuka sejajar dengan pandangan mata sehingga leher tidak tertekuk dalam jangka lama.

Sebenarnya toasted skin syndrome berisiko dialami oleh para pekerja yang dekat dengan sumber panas seperti pekerja pemanggang roti atau pembakar keramik. Tapi semenjak penggunaan laptop semakin jamak, toasted skin syndrome semakin meluas.

Dr. Anthony J. Mancini, Kepala Dermatologi Anak di Memorial Hospital, Chicago, bahkan bercerita semakin banyak anak-anak yang mengalami toasted skin syndrome. “Mereka tidak merasakan sakit apa-apa, hanya saja warna kulit mereka berubah menjadi sangat kecokelatan seperti terbakar. Dan umumnya ini hanya terjadi pada area paha yang jika tak segera ditangani akan memicu munculnya sel kanker,” papar Mancini.

(berbagai sumber)

SHARE