Biarkan Anak Bermain Seorang Diri

0
27

.Apa tugas anak-anak selain belajar? Bermain, tentu saja. Hal ini dapat menjadi kewajiban sekaligus hak mereka. Tidak perlu merasa bersalah bila Anda tidak bisa selalu menemani dan ikut bermain dengan si kecil setiap saat. Anda memiliki banyak hal yang harus dilakukan dan bermain petak umpet – misal – bukanlah satu-satunya hal yang harus Anda pikirkan sepanjang hari.

Anak-anak akan baik-baik saja bila ditinggal bermain sendiri. Tentunya setelah memastikan, bahwa area dirinya ditinggalkan sudah ‘aman’ dan tidak ada mainan atau jenis permainan berbahaya yang dia kerjakan.

Bermain seorang diri akan membuatnya lebih memperhatikan diri sendiri dan mandiri. Lagipula, tidak ada seorang dewasa pun, bahkan Anda, yang dapat menghiburnya saat bermain bila Anda tidak pernah ‘belajar’ untuk bermain seperti anak kecil.

Anda tidak akan bisa berpikir dan merasa seperti seorang anak. Misal, mungkin si kecil akan sibuk memikirkan berapa kali dia bisa melompat dari pintu rumah ke pagar halaman depan? Berapa lama dia bisa bertahan berdiri hanya dengan satu kaki? Berapa cepat dia bisa mengalahkan kakak atau adiknya dalam sebuah lomba lari kecil? Hal-hal seperti ini tentu tidak akan terlintas dalam kepala orangtua seperti Anda. Sebaliknya, meski terlihat sepele, hal tersebut sangat bermanfaat bagi si kecil. Ia mengembangkan kemampuannya dalam memecahkan masalah, kreatifitas, dan pemikiran kritisnya. Tidak hanya itu, dengan bermain ia akan berlatih, mengembangkan, dan memperoleh kemampuan fisiknya. Anak mengembangkan diri ke arah positif dengan bersenang-senang!

Wajar bila Anda khawatir akan pembentukan kemampuan intelektual dan fisik si kecil bila Anda meninggalkannya bermain seorang diri. Berikan ruang padanya. Anak zaman sekarang terlalu banyak ‘terpola’ dan terstruktur. Semua dipaksakan. Jangan lupa, bahwa anak pun dapat belajar sendiri dalam permainan-permaianan yang dilakukannya sendiri. Permainan bebas memberikan efek yang jauh lebih baik untuk tumbuh kembangnya kelak.

Berikan kepercayaan pada si kecil dan biarkan dia mendapatkan kebahagiaan saat bermain mandiri. Tidak perlu selalu terlibat dalam aktifitasnya tersebut.

(Berbagai sumber)

SHARE