Calon Pacar Hobi Cerita Mantan, Masih Mau Usaha?

0
52

.Senangnya bisa melakukan pendekatan dengan orang baru! Semua Anda persiapkan dengan baik untuk menjalani pertemuan pertama dengannya. Anda tidak sabar menantikan seru dan hangatnya obrolan Anda berdua nanti.

Memang benar. Orang ini sangat ramah dan memikat. Sayang keceriaan tersebut tidak berlangsung lama, karena ia menceritakan tentang mantan kekasihnya. Sah-sah saja bila seseorang menceritakan masa lalunya kepada Anda. Toh, Anda berdua harus saling mengenal, bukan, sebelum melangkah lebih jauh?

Perlahan-lahan dia mulai menceritakan tentang sang mantan kekasih. Tapi sesuatu yang sangat menganggu terjadi berulang kali di sini. Ia sudah selesai menceritakan tentang masa lalunya dengan sang mantan. Namun kemudian pada setiap topik pembicaraan baru yang Anda angkat ia selalu membumbuinya dengan ‘kehadiran’ mantan pacarnya.

Contoh, Anda mengeluh karena pelayan lama sekali mengeluarkan makanan. Ia langsung merespon keluhan tersebut dengan ‘menyerang’ Anda, “Dulu mantanku juga pernah sampai kesal menunggu makanan enggak datang-datang. Akhirnya dia pergi gitu aja tanpa membayar, padahal makanannya sedang dimasak, ha..ha..” Tidak ada yang lucu dan menarik dari cerita itu, pikir Anda. Pengalaman sang mantan ini juga tidak dirasa perlu untuk Anda ketahui. Akhirnya, Anda pun hanya bisa tersenyum kecut menanggapi kalimat itu.

Pembicaraan terus berlanjut. Anda menanyakan apa makanan favoritnya. Ia dengan semangat menjawab, “Aku suka sekali ayam balado. Lucu, deh, masa mantanku dulu pernah bilang ia tidak suka ayam balado, karena pedas. Dia sangat benci cabai dan sambal. Aneh, ya?”

“Lebih aneh kamu,” pikir Anda dalam hati. Bagaimana mungkin seseorang masih asyik menceritakan dan membanggakan mantan kekasihnya di saat sedang melakukan pendekatan dengan calon pacar baru? Jawabannya hanya satu, ia masih sangat menyayangi dan mencintai sang mantan pacar. Tanpa sadar, ia masih selalu teringat tentang kebiasaan dan peristiwa-peristiwa yang dialami mantannya. Kalimat-kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya.

Dia sama sekali tidak bermaksud menyakiti Anda. Andalah yang seharusnya bisa membaca situasi. Orang tersebut belum siap untuk move on. Bila dipaksakan, Anda akan menjadi pihak yang dikecewakan. Tidak usah berharap terlalu banyak pada pendekatan ini. Slow down a little bit. Bila perlu, cari saja kandidat baru. Bila memang dia sudah siap menerima orang baru, biarkan ia yang mendatangi Anda.

Lagipula, siapa yang butuh untuk selalu mendengar cerita tentang mantan kekasih calon pacar? Do you?

(Berbagai sumber)

SHARE